Kearifan Budaya Tradisi (Bagian I, Folklor dalam Masyarakat Jawa)

Tulus S *

Sebuah kenyataan bahwa pengertian kebudayaan beragam dan masing-masing belum tentu bisa diterima semua pihak sehingga setiap orang kadang bisa memberikan makna menurut selera masing masing. Namun demikian sebenarnya sangat mudah menemukan benang merah yang menghubungkan kebudayaan dalam arti luas, kebudayaan nasional dan kebudyaan Jawa. Ketiganya memiliki status dan role yang berbeda, relative tidak bertentangan tetapi justru saling memberi konstribusi dalam pembangunan karakter bangsa. Continue reading “Kearifan Budaya Tradisi (Bagian I, Folklor dalam Masyarakat Jawa)”

CRAZYBRO, NASKAH DRAMA AWAL ABAD DUA PULUH DUA

Naskah Drama: Rodli TL

Pengantar Penulis
Dua naskah drama ini ditulis sabagai tanda. Tanda saya ada, lantaran menulis, tanda ada penulis drama dan panggung, tanda masih ada hidup, tanda kebudayaan masih berkembang, tanda tempat dimana penulis tinggal ada peristiwa estetis dan intelektual yang menghubungkan dengan semuanya, bahkan pada hal yang trasendental, Tuhan. Continue reading “CRAZYBRO, NASKAH DRAMA AWAL ABAD DUA PULUH DUA”

Anak dan Sastra

Fatmawati Adnan *
riaupos.co

SETIAP tanggal 23 Juli dirayakan sebagai Hari Anak Nasional. “Hari raya” anak-anak ini dirayakan dengan berbagai cara. Selain perayaan, Hari Anak Nasional biasanya juga diwarnai dengan berbagai pembicaraan yang membahas anak-anak dari berbagai sudut pandang.

Permasalahan yang berkait kelindan dengan anak-anak sangat majemuk dan kompleks. Mulai dari masalah kasih sayang orang tua sampai pada tindak kekerasan oleh para predator anak. Tak terlupakan juga masalah pendidikan, makanan, lingkungan, tontonan, dan berbagai hal lain dalam dunia anak. Continue reading “Anak dan Sastra”

Afrizal, Modernitas dan Kecemasan

Fikram Farazdaq *
riaupos.co

Lisensia puitika menghamparkan “kebebasan” bagi penyair untuk menggunakan bahasa. Konvensi yang telah pakem, suatu ketika bisa dibelokkan demi menemukan ungkpan estetik yang berbeda dari kejamakan. Afrizal Malna memilih menyisiri jalan berbeda dari kejamakan, bukan saja menghancurkan konvensi, melainkan mempertanyakan lebih dalam apa yang disebut estetis dan mengobrak-abrik stuktur. Continue reading “Afrizal, Modernitas dan Kecemasan”

Sastra Koran

Dessy Wahyuni
riaupos.co

Publikasi karya sastra melalui koran sudah sangat lama terjadi di Indonesia. Hampir semua sastrawan Indonesia memanfaatkan koran sebagai media untuk “mengiklankan” karya (dan nama) mereka kepada publik. Sebut saja Seno Gumira Ajidarma, Yanusa Nugroho, Taufik Ikram Jamil, Nurzain Hae, Raudal Tanjung Banua, Marhalim Zaini, dan Fakhrunnas M.A. Jabbar (tentu masih ada sederetan nama lainnya). Berkat karya-karya korannya, nama mereka pun menjulang cakrawala. Continue reading “Sastra Koran”

Bahasa »