Membaca Burung-burung Manyar Mangunwijaya dalam Perspektif Pascakolonial

Yohanes Padmo Adi Nugroho

Dalam artikel In Search of the Postcolonial in Indonesian Literature (1995), Keith Foulcher mencoba mencari jejak-jejak nafas sastra pascakolonial Indonesia. Sastra Indonesia, sebagai bangsa yang pernah dijajah, sangat unik jika dibandingkan dengan sastra-sastra bangsa yang pernah dijajah lainnya. Continue reading “Membaca Burung-burung Manyar Mangunwijaya dalam Perspektif Pascakolonial”

Kritik Postkolonial: Jaringan Sastra atas Rekam Jejak Kolonialisme

Puji Santosa

Tonggak kelahiran teori postkolonial ditandai dengan terbitnya buku Edward W. Said (1978), Orientalism. Tesis utama buku karya Said tersebut menggunakan pendekatan hubungan antara kekuasaan dan pengetahuan. Sebagaimana diantarkan oleh Michael Foucault dalam bukunya, The Archeology of Knowledge (1972) dan Discipline and Punish: The Birth of the Prison (1977), Continue reading “Kritik Postkolonial: Jaringan Sastra atas Rekam Jejak Kolonialisme”

Puisi dan Penjajahan Estetika

Fadlillah Malin Sutan *
harianhaluan.com 22 April 2012

Perbincangan tentang sajak agaknya lebih kepada individu puisi, karena ada jebakan untuk menyamakan sajak dengan puisi, yang pada hakekatnya tidak sama, se­bagaimana kata Pradopo (1984:2) puisi itu merupakan jenis sastra yang melingkupi sajak, sedangkan sajak adalah individu puisi, dalam istilah bahasa Inggrisnya puisi adalah poetry dan sajak adalah poem. Memang sebelum ada istilah puisi, istilah sajak untuk menyebut juga jenis sastranya (puisi) ataupun individu sas­tra­nya (sajak). Namun dalam perkembangan yang terjadi banyak juga disamakan orang. Continue reading “Puisi dan Penjajahan Estetika”

Bahasa »