Sastra dan Pabrik Pembatalan Aku

Afrizal Malna *
Media Indonesia, 6 Jan 2013

DI Berlin, seorang anak muda membuat pembayangan sebuah bangsa melalui restoran. Ia menawarkan daftar menu masakan Maroko. “Usia saya 20 tahun,” katanya. “Saya lahir di Berlin.” Ia hidup di dua dinding. Dinding latar identitasnya justru tidak berada bersamanya, tapi terus direproduksi melalui keluarga. Latar yang telah menjadi pabrik pembatalan aku dari konteksnya, reproduksi identitas yang berlangsung secara mekanis. Continue reading “Sastra dan Pabrik Pembatalan Aku”

Bahasa »