Bukan Musikalisasi Puisi, tapi ’’Melainkan’’

Rian Harahap *
Riau Pos, 24 Feb 2013

Ratusan orang masuk riuh dan sibuk dalam gedung pertunjukan, mencari-cari bangku yang tepat untuk diduduki. Sementara lampu panggung masih gelap dengan segala kemisterian pertunjukannya.

Seorang pria keluar dengan celana ketat dan baju yang mengecil, wajahnya penuh dengan kumis klimis kemudian menghentak keheningan panggung. Continue reading “Bukan Musikalisasi Puisi, tapi ’’Melainkan’’”

Rose: Denyar Melayu dalam Melodius Ridakus Liamsus

Fakhrunnas MA Jabbar *
Riau Pos, 20 Okt 2013

Peluncuran buku puisi Rose karya Rida K Liamsi yang digelar di ball room sebuah hotel berbintang di Pekanbaru, 12 Oktober malam terbilang meriah dan gemilang. Selain acara itu dihadiri Menteri BUMN, Dahlan Iskan yang juga wartawan senior, juga muncul ratusan tokoh dan hadirin dari berbagai daerah. Dalam acara pembacaan puisi sebagai penanda peluncuran buku, tampil secara atraktif dan bergantian Presiden Penyair Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri, aktris dan pemain teater Cornelia Agatha, penyair Murparsaulian dan Rida sendiri. Continue reading “Rose: Denyar Melayu dalam Melodius Ridakus Liamsus”

Pentas Teater Tiga Kota Riau Beraksi

: Bengak di Atas Kebohongan Bengak

Taufik Ikram Jamil *
Riau Pos, 1 Jan 2012

TAK cukup dengan kata-kata, mungkin juga kesan untung-untung sebagai perenungan tentang bagaimana bengak alias bohong begitu mewabah dalam kehidupan berbangsa akhir-akhir ini, kelompok teater Riau Beraksi, memberikan masker kepada penonton dalam lakon yang mereka tampilkan Sabtu dan Ahad (17-18/12). Di bawah tajuk Bengak, penutup mulut dan hidung itu, justeru dibagikan begitu memasuki tempat pertunjukan, Anjung Seni Idrus Tintin, Pekanbaru. Continue reading “Pentas Teater Tiga Kota Riau Beraksi”

Mencintai Puisi dengan Cara Masing-masing

Putu Fajar Arcana
Kompas, 14 Des 2009

Presiden penyair Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri, bilang, teater, tari, musik, animasi, dan video berperan sebagai kaca pembesar, yang memperlihatkan hal-hal tersembunyi dari puisi. Puisi-puisi penyair Asrizal Nur ditulis dengan bahasa langsung, tidak rumit, sederhana, dan komunikatif. ”Tetapi itu bukan tanpa risiko,” kata Sutardji. Continue reading “Mencintai Puisi dengan Cara Masing-masing”

Bahasa »