Sastrawan Betawi: Pemilik Rumah atau Kuli Bangunan?

Chairil Gibran Ramadhan *
Riau Pos, 2 Des 2012

Sekitar tahun 1994, sepulang dari belajar fotografi di Prancis, Yudhi Soerjoatmodjo mengadakan pameran esai foto bertajuk ‘’Paris Metro’’ di Galeri Cipta Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta (waktu itu belum ada Galeri Cipta I dan Galeri Cipta II). Wartawan Majalah Tempo ini kemudian diajak bergabung oleh pihak Institut Kesenian Jakarta untuk membagi ilmu ‘esai foto’ yang saat itu baru dikenal di Indonesia. Continue reading “Sastrawan Betawi: Pemilik Rumah atau Kuli Bangunan?”

Tenas Effendy, Gudang Pantun Melayu Riau

UU Hamidy *
Riau Pos, 13 Jan 2013

1. Pengarang Sejarah Lokal

Nama Tenas Effendy agaknya tidak asing lagi bagi sebagian besar kalangan terpelajar di Riau. Dan hampir dapat dipastikan sudah dikenal dengan baik oleh puak Melayu daerah Siak, serta lebih-lebih di Pelalawan —daerah kelahiran dan bekas kerajaan tempat tokoh ini dibesarkan. Jika Tenas Effendy mengunjungi kawasan puak Melayu Petalangan di Kecamatan Pangkalankuras Kabupaten Pelalawan, ia akan diperlakukan bagaikan pembesar oleh anak negeri Melayu Petalangan tersebut. Continue reading “Tenas Effendy, Gudang Pantun Melayu Riau”

Kisah Mimpi Anak-anak dalam Ingin Bertemu Peri

Musa Ismail *
Riau Pos, 6 Jan 2013

Ulam Kata

Sastra merupakan seni tanpa batas. Semua cakupannya mampu melampaui segala aspek kehidupan, baik ditinjau dari unsur intrinsik maupun unsur ekstrinsiknya. Karena itu, tak berlebihan jika saya mengatakan bahwa sastra ibarat induk seni. Tak salah juga kalau Taufik Ikram Jamil menegaskan bahwa sastra merupakan rajawali seni. Melalui sastra, semua orang bisa mengeksplorasi kehidupan yang mampu mengungkapkan etika, logika dan estetika. Eksplorasi ini juga tak terbatas, termasuk di dunia anak-anak. Continue reading “Kisah Mimpi Anak-anak dalam Ingin Bertemu Peri”

Pentas Musik “Blacan Aromatic”: Ketika Gambus Mengiringi Tari Gaul

Taufik Ikram Jamil *
Riau Pos, 18 Des 2011

SUARA gambus, berjalin dengan akordion, marwas, dan bebano, yang melantunkan nada zapin, terdengar lincah di bawah cahaya temaram. Tak seberapa lama kemudian, dua remaja —beranting-anting dan bercelana ketat sampai ke lutut dengan kemeja yang molor pula— muncul dari arah berlawanan. Saling lambai dan senyum, mereka kemudian membuat gerak-gerak patah di kaki maupun tangan yang oleh “anak gaul” kini disebut dengan modern dance, seperti menyambut suara dari alat musik tradisional Melayu itu. Continue reading “Pentas Musik “Blacan Aromatic”: Ketika Gambus Mengiringi Tari Gaul”

Mitologi Melayu dan Sastrawan Riau

Agus Sri Danardana *
Riau Pos, 4 Nov 2012

TANPA harus menyangkal bahwa lahirnya kesusastraan (puisi) Indonesia modern banyak dipengaruhi oleh kesusastraan (poetika) Barat, kita pun harus mengakui bahwa sebelum berkenalan dengan kesusastraan Barat, sebenarnya kita sudah punya konvensi sastra sendiri. Konvensi sastra itu, dalam kenyataannya, tak dapat dengan begitu saja ditinggalkan oleh para sastrawan kita. Continue reading “Mitologi Melayu dan Sastrawan Riau”

Bahasa »