Kematian Pers

Radhar Panca Dahana
Media Indonesia, 9 Feb 2013

BILA kita memahami pers dalam pengertian tradisional, yang dipadati oleh cita-cita dan dipepati oleh idealisme dan nilai-nilai luhur, tentu saja akan mengalami kesulitan untuk menemukannya masa kini. Ini sebuah kenyataan yang, mau tidak mau, malu tidak malu, harus kita pahami dan terima. Continue reading “Kematian Pers”

Korupsi dalam Lirik Puisi

Riza Multazam Luthfy *
Riau Pos, 10 Feb 2013

DALAM tarafnya masing-masing, puisi dan korupsi sama-sama menjanjikan kenikmatan tiada tara. Keduanya sanggup membawa penikmatnya melayang ke udara sembari menapaki tangga pelangi di cakrawala. Alangkah hebatnya! Dengan puisi, seseorang sanggup menyelami keping-keping rahasia semesta. Pun betapa ajaibnya! Melalui korupsi, seseorang mampu meresapi bebulir dosa dan kebejatannya. Continue reading “Korupsi dalam Lirik Puisi”

Satir Imajiner dalam Sastra

Bayu Agustari Adha *
Riau Pos, 14 Okt 2012

PADA tataran tertentu sastra dianggap sebagai suatu refleksi kehidupan seperti apa yang dipandang oleh Plato. Makanya Plato sendiri agak merendahkan sastra karena kalau sastra adalah refleksi maka itu adalah mimesis lapis ketiga. Itu terjadi karena dia menganggap bahwa kehidupan ini adalah suatu refleksi dari ide. Maka dari itu jikalau kehidupan sendiri adalah refleksi dari ide, jadi sastra mengalami dua kali tingkat turunan mimesis. Continue reading “Satir Imajiner dalam Sastra”

Bahasa ยป