Kemukus

Clara Ng
Koran Tempo, 22 Jan 2012

ADA mata besar di setiap kegelapan ini. Kegelapan yang seakan tak berujung. Setiap mata itu membuka, maka kegelapan semakin sirna.

Jam sebelas malam di jarak 25,3 tahun cahaya. Koordinat 57 lintang selatan konstelasi Taurus. Tiansun berdiri menopang dagu ke arah bintang El Nath yang sangat besar. Continue reading “Kemukus”

Cerita Campur-Aduk dari Pamanku

Raudal Tanjung Banua *
Koran Tempo, 12 Feb 2012

PAMANKU bernama Untung Sudah—nama dengan segala arti dan makna. Dia sendiri menceritakan perihal namanya ini dengan mencampur-adukkan cerita nenek dan ayahku yang pernah kudengar. Kata Nenek (tiga kali Al-Fatihah untuknya), ketika ia mengandung, suaminya meninggal karena sakit. Tak diketahui pasti apa penyakitnya. Ada yang bilang sakit kuning sebab mata kakek terlihat menguning sebelum ajal. Continue reading “Cerita Campur-Aduk dari Pamanku”

Menusantarakan Islam

K. Muhamad Hakiki *
http://www.lampungpost.com/

Jika menilik sejarah Islam di bumi Nusantara ini semenjak sebelum era kolonial, sebenarnya cikal bakal Islam yang berkarakter negeri ini memang sudah mulai terbentuk, antara lain ditunjukkan oleh upaya-upaya untuk mendamaikan antara hukum adat dan hukum Islam.

Perjalanan Islam ke Nusantara tidaklah linier. Ia mengalami pergumulan yang luar biasa dengan realitas budaya setempat, agama lokal, dan agama impor, bahkan dengan politik. Continue reading “Menusantarakan Islam”

Tumbal Suramadu

Muna Masyari
Jawa Pos, 19 Feb 2012

KULIHAT di kepala ibu, kota itu tak kurang dari kawanan perampok raksasa yang beringas dan bermata bengis. Ia akan meremukkan sesiapa yang dianggapnya lengah dan lemah. Matanya menyimpan bilah-bilah pedang. Siap menjagal leher-leher menonggak tegak. Tangan kekarnya menggenggam palu besi, siap dihantamkan pada batok kepala yang kokoh mendongak, hingga tekuk. Menunduk takluk. Tak berkutik. Sepasang kakinya akan menginjak apa saja yang dianggap menghadang, hingga menjadi remah-remah tak bernilai. Kuku-kuku tajam dan panjang siap mencakar. Continue reading “Tumbal Suramadu”

Bahasa »