Aprinus Salam [1]
Abstrak
Buku-buku pengajaran (pelajaran) sastra (SMP dan SMA) menghadapi masalah serius, yakni ketika kurikulumnya tidak memiliki paradigma dan basis politik kebudayaan yang cukup jelas. Materinya bahkan terlihat sangat subjektif berdasarkan selera pengarang dan masih berkutat pada persoalan teknis yang menyebabkan sastra seolah berupa hapalan struktural dan kognitif. Hal itu menyebabkan asumsi lama bahwa sastra merupakan persoalan “seni estetis” yang tidak berhubungan dengan realitas kehidupan masih cukup dominan. Continue reading “PENGAJARAN SASTRA DAN POLITIK KEBUDAYAAN”
