Mashdar Zainal
Jawa Pos, 11 Maret 2012
DARI atas tanggul, ia memandang lepas deras arus bengawan yang kelam dan bergelombang bagai rambut ibunya. Matanya memicing, memperhatikan luapan air yang perlahan surut. Seperti biasanya, bila luapan air mulai surut, tepian bengawan itu akan dipenuhi kerikil dan endapan-endapan pasir basah, yang bila mengering akan tampak menggunduk seperti bukit-bukit kecil di padang gurun. Continue reading “Penggali Pasir”
