Kepemimpinan Inspiratif ala Minamoto

Benni Setiawan *
http://www.seputar-indonesia.com/

Pembaca dan pecinta novel Jepang kembali dimanjakan dengan karya klasik dan monumental karya Eiji Yoshikawa.

Kali ini buku Eiji Yoshikawa yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah kisah Minamoto noYoritomo. Apa yang dapat diambil pelajaran dari buku ini bagi bangsa Indonesia saat ini? Kepemimpinan sudah selayaknya menjadi teladan bagi rakyatnya. Continue reading “Kepemimpinan Inspiratif ala Minamoto”

Kritik Sastra Katrin Bandel

Zahir
banyuarum.blogspot.com

Tahun-tahun terakhir ini, dunia sastra Indonesia geger dengan datangnya dua isu “perempuan” dan seks. Isu perempuan dan seks dalam arti pengarang perempuan yang semakain menjamur, maupun isu tentang seks sebagai tema karya sastra yang sedang ngetren sekarang ini. Meskipun tergolong muda tidak sedikit dari mereka (pengarang perempuan) mendapatkan penghargaan sastra dari pengamat dan kritikus sastra dan Klaim-klaim sebagai pendobrak tabu dan lain sebagainya. Continue reading “Kritik Sastra Katrin Bandel”

Pramoedya Ananta Toer: Luruh dalam Ideologi

Katrin Bandel *
http://boemipoetra.wordpress.com/

Pramoedya Ananta Toer mungkin merupakan sastrawan Indonesia yang paling banyak dibahas dan dikaji di luar Indonesia. Bahkan, selama karyanya dilarang beredar di Indonesia, hanya peneliti di luar negeri – baik orang asing maupun orang Indonesia yang bermukim di negara lain – yang bebas membahas karya Pramoedya. Continue reading “Pramoedya Ananta Toer: Luruh dalam Ideologi”

Kabar Kenyataan Antroposentrisme Berbelah

Ribut Wijoto

Lokomotif modernitas bermula dari gagasan Rene Descartes tentang “pikir”, tentang “kesadaran”. Lewat ungkapan masyur cogito ergo sum (terjemahan populernya, “aku berpikir, maka aku ada”). Rene Descartes meyakini diri “ada” melalui “pikiran” yang meragukan segala hal. Lalu muncul wacana antroposentrisme, manusia sebagai pusat alam semesta. Continue reading “Kabar Kenyataan Antroposentrisme Berbelah”

Bahasa »