Mandelstam

Hasif Amini
Kompas, 02 Juli 2006

PENYAIR mati meninggalkan puisi. Tetapi akhir hayat Osip Mandelstam adalah juga semacam puisi, yang niscaya tak pernah diduga atau diangankan oleh si penyair sendiri: muram, berat, berlarat-larat. Ia mengawali kepenyairannya dengan sajak-sajak pendek yang merdu dan berwarna-warni, rangkaian imaji dari seorang pemuda yang terpesona oleh kisah-kisah dan perjalanan jauh: Romawi, Byzantium, Mesir, Yunani…. Continue reading “Mandelstam”

Estetika Skizofrenia Puisi Indonesia

Ribut Wijoto
http://terpelanting.wordpress.com/

Puisi Indonesia tidak pernah selesai mencari bentuk-bentuk operasional bahasa yang baru. Setelah sukses dengan kemendayuan Pujangga Baru, ketajaman dan efektifitas Chairil Anwar—diteruskan oleh Subagio Sastrowardoyo, Sapardi Djoko Damono, dan Goenawan Muhammad—kini muncul fenomena baru yang belum pernah ditemukan dalam bahasa puisi sebelumnya. Continue reading “Estetika Skizofrenia Puisi Indonesia”

MAKNA KATA CINTA SEBAGAI IDEOLOGI KRITIK SOSIAL

: SEBUAH KRITIK SASTRA MARXIS TERHADAP PUISI ACEP ZAMZAM NOOR “KAU PUN TAHU”
Dian Nurahman *
http://www.sunangunungdjati.com/

Puisi sebagai salah satu jenis karya sastra selalu berhubungan dengan dua hal, yaitu nilai seni dan nilai kehidupan. Hal ini diperkuat oleh Matthew Arnold, salah seorang penyair besar Inggris zaman Victoria, yang menyatakan bahwa terdapat hubungan yang jelas antara “the literature we read and the life we lead” (dalam Reaske, 1986: 10). Continue reading “MAKNA KATA CINTA SEBAGAI IDEOLOGI KRITIK SOSIAL”

Acep Zamzam Noor, Penyair Santri yang Romantis

Ook Nugroho *
http://ooknugroho.blogspot.com/

ACEP ZAMZAM NOOR adalah satu dari sedikit penyair kelahiran dasawarsa 60-an yang masih bertahan. Ia mulai dikenal dan diperhitungkan pada dekade 80-an, dan sebagai penyair kehadiran awalnya ditandai dengan puisi-puisi relijius yang banyak memanfaatkan simbol-simbol alam sebagai perabot ucapnya. Ia tergolong penulis subur, sejumlah buku puisi lahir dari tangannya, dan sejumlah penghargaan sastra bergengsi juga pernah disambarnya. Continue reading “Acep Zamzam Noor, Penyair Santri yang Romantis”

Bahasa »