Geografi Budaya Sunda

H.M Ahman Sya
http://www.kabar-priangan.com/

MENURUT R.W. Van Bemmelen (1949), wilayah Sunda (Jabar dan Banten) secara fisiografis terbagi menjadi (1) zona pedataran alluvial di pantai utara, (2) zona Bandung (pedataran antar montana), (3) zona Bogor (perbukitan rendah), (4) zona pegunungan selatan, dan (5) zona Banten. Dari sudut pandang geografi budaya, kondisi ini melatarbelakangi pemahaman kehidupan masyarakat dengan kebudayaannya sebagai produk hubungan timbal balik antara manusia dengan alam lingkungan. Continue reading “Geografi Budaya Sunda”

Sajak-Sajak Denny Mizhar

Memapah Kota Yang Dibangun Dari Harum Tubuh
:Untuk Gadis Banyuwangi

Adinda, masihkah kau mengelilingi
danau rindu tempat Surati bersemayam.
Harum Surati menebar wewangian
pada malam ganjil aku mengenang wajahmu.
Mata yang ditumbuhi bunga-bunga kenanga
pada kota yang di bangun dari tubuhnya.
Maut yang lahir dari rasa sesal atas laku diri
dan cinta menjadi duka. Continue reading “Sajak-Sajak Denny Mizhar”

Usai Ojong, Sendirilah Jakob

Judul: Syukur Tiada Akhir, Jejak Langkah Jakob Oetama
Penyusun: St. Sularto
Penerbit: Kompas
Cetakan: I, September 2011
Tebal: vii + 660 halaman
Peresensi: Nunung Nurdiah
http://www.lampungpost.com/

KESUKSESAN grup Kompas-Gramedia seperti sekarang lahir dari tangan dingin duet ini: P.K. Ojong dan Jakob Oetama. Merekalah yang mendirikan Kompas dengan basis keimanan sesuai dengan agama dan keyakinan mereka. Continue reading “Usai Ojong, Sendirilah Jakob”

Bahasa »