Membangun Kekuatan Sastra (Wan) Madura

Syaf Anton Wr
publiksastra.net

Mengembangkan kesusasteraan berarti juga membangun keseimbangan dan keselarasan dalam pembangunan kebudayaan. Melalui sastra, manusia dapat menghargai kehidupan. Penghayatan terhadap sastra dan kemajuan teknologi merupakan dua hal yang harus isi mengisi untuk mencapai keseimbangan dan keselarasan dalam pembangunan kebudayaan suatu bangsa. Continue reading “Membangun Kekuatan Sastra (Wan) Madura”

SYI’IR ERANG-ERANG SEKAR PANJANG : SEBUAH KARYA SASTRA JAWA PESISIR KARYA KYAI SIRAJ

(Suatu Tinjauan Eskatologis)

Dr. Muhammad Abdullah, M.A.

ABSTRAK

Salah setunggaling karya budaya Jawi ingkang kalebet karya Sastra Jawa Pesisir inggih punika Sastra Syi’ir. Wonten ing lingkungan pesantren syi’ir kalebet satunggaling karya sastra pesantren ingkang taksih kathah ingkang remen maos utawi midhangetaken waosanipun. Bab punika saget dipun pahami sebab Syi’ir menika suraosipun kathah manfaatipun kagem sanak kadang santri ingkang remen kaliyan budaya Jawi pesisir punika. Continue reading “SYI’IR ERANG-ERANG SEKAR PANJANG : SEBUAH KARYA SASTRA JAWA PESISIR KARYA KYAI SIRAJ”

Membongkar Tradisionalisme Pendidikan Pesantren

; Sebuah Pilihan Sejarah

Hammam Fathulloh

Pendidikan di tengah medan kebudayaan (culture area), berproses merajut dua substansi aras kultural, yaitu di samping terartikulasi pada upaya pemanusiaan dirinya, juga secara berkesinambungan mewujud ke dalam pemanusiaan dunia di sekitarnya (man humanizes himself in humanizing the world around him) (J.W.M. Bakker, SJ; 2000: 22). Continue reading “Membongkar Tradisionalisme Pendidikan Pesantren”

Masriyah Amva, Pesantren, dan Sastra

Mila Novita
Sinar Harapan, 7 Feb 2009

“Sejak kecil orang pesantren sudah dekat sekali dengan puisi, nazam. Orang menghafal nama-nama nabi atau nama-nama Allah dengan nazam sehingga otomatis akan mudah dihafal. Di pesantren, orang belajar kitab, bahkan gramatikal bahasa Arab juga dengan rumus-rumus sastrawi. Mengapa? Karena pesantren (sejak-red) zaman dahulu tidak boleh mengabaikan keindahan,” ujar Masriyah Amva di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Depok, Rabu (4/2). Continue reading “Masriyah Amva, Pesantren, dan Sastra”

Bahasa »