Robohnya Dunia Santri

Fachry Ali *
Gatra Nomor 25, 8 Mei 2008

“Saya heran,” kata Abdurrahman Wahid ketika menyambut acara peluncuran website Akbar Tandjung, bulan lalu, “Kenapa setiap orang berpidato selalu menyatakan: ‘Mari kita panjatkan syukur’….” Hadirin terdiam karena tidak mengerti ke mana arah ucapan tersebut. Dan struktur “psikologi massa” semacam inilah yang menjadi “makanan” Kiai Wahid. Sebagaimana biasanya, dengan tangkas ia menjawab teka-teki itu: “Memangnya (si) Syukur tidak bisa panjat sendiri?” Continue reading “Robohnya Dunia Santri”

Sastra Pesantren dan Kosmopolitanisme Islam

Syarif Hidayat Santoso
Kompas Jawa Timur, 2005

Terdapat problem dalam merumuskan apa yang dimaksud dengan sastra pesantren. Disatu sisi, sastra pesantren dimaknai sebagai alur keislaman profetik dalam bersastra ria pada masa Arab klasik, sementara ada pula yang memberi limitasi sastra pesantren hanyalah karya yang dihasilkan para santri (Kompas Jatim, 6/9/2005). Tapi, kedua tataran ini jelas menunjukkan bahwa sastra pesantren merupakan kesusasteraan yang diikat dalam nuansa Arab-Islam plus penambahan area dari lingkungan pesantren atau minimal bagi kalangan yang dekat dengan pesantren. Continue reading “Sastra Pesantren dan Kosmopolitanisme Islam”

Sastra Pesantren dalam Pergulatan

K. Ng. H. Agus Sunyoto
http://pesantrenbudaya.com/?id=28

KH Abdurrahman Wahid (1973) memberikan abstraksi tentang sastera pesantren dalam dua definisi, pertama, karya-karya sastera yang mengeksplorasi kebiasaan-kebiasaan di pesantren,. Kedua, adanya corak psikologi pesantren dengan struktur agama (warna religius) yang kuat. Sementara Ahmad Tohari (2003) menegaskan bahwa sastera pesantren adalah sastera yang membawa semangat budaya dan tradisi pesantren, yaitu sastera yang membawa spirit religius ala pesantren dan ditulis oleh komunitas pesantren sendiri. Continue reading “Sastra Pesantren dalam Pergulatan”

Pergulatan Sastra Pesantren; Sebuah Harapan

M. Arwan Hamidi *
ind.lakpesdam-ponorogo.org

Prof. Drewes, sarjana bahasa Jawa, Melayu dan Arab dari Leiden, dalam bukunya Javanese Poems Dealing wuth, or Atributed to the Stain of Bonang (1968), pernah mengkritik sangat tajam ahli antropologi dari Amerika, Clifrord Geertz mengenai pengamatannya tentang Islam di Jawa: “kalau kita membaca pengamatan Geertz mengenai Islam di Jawa, maka kita akan mendapat kesan seolah bangsa Jawa adalah bangsa yang buta huruf. Continue reading “Pergulatan Sastra Pesantren; Sebuah Harapan”

Fokus Hidup Budi Darma

Wita Lestari
Jurnal Nasional, 14 Aug 2011

Sastra adalah fokus hidup seorang Budi Darma. Dia menerima takdirnya sebagai sastrawan.
ANDA penikmat dan pencinta sastra tentunya tahu Budi Darma. Karya-karyanya punya ciri khas kuat, utamanya pada karakter-karakter tokoh cerita yang dihidupkannya. Olenka, Rafilus, Ny Talis, Orang-orang Bloomington adalah beberapa tokoh novelnya yang begitu mengesankan. Continue reading “Fokus Hidup Budi Darma”

Bahasa »