Dari Centhini, Cendana, Hingga Flash Gordon

Andi Nur Aminah
Republika, 9 Desember 2011

Dana terbesar yang dikeluarkan sang kolektor pernah nyaris mencapai Rp 100 juta untuk sebuah komik!

SECARIK kertas berwarna kuning sedikit lusuh terpajang di dalam etalase kaca. Tulisan tangan di atasnya terlihat begitu halus. Jumlahnya ada beberapa lembar. Lembaran-lembaran surat yang ditulis dengan tinta cina berwarna hitam tersebut adalah tulisan tangan Husein Djajadiningrat. Continue reading “Dari Centhini, Cendana, Hingga Flash Gordon”

Dosa-dosa Demokrasi

Yasraf Amir Piliang
Pikiran Rakyat, 19 April 2009

SETELAH kejatuhan rezim otoriter Orde Baru pada 1998, “sistem demokrasi” dilihat sebagai satu-satunya harapan yang dapat membawa bangsa ini menuju masyarakat adil, makmur, dan sejahtera. Akan tetapi, setelah lebih dari satu dekade masa transisi, yang tumbuh di kalangan masyarakat adalah pandangan pesimistis atau skeptis terhadap sistem demokrasi itu sendiri. Sistem demokrasi lebih dilihat sebagai “masalah” ketimbang “solusi”, “ekses” ketimbang “pencerahan”, “disorder” ketimbang “order”. Continue reading “Dosa-dosa Demokrasi”

Sekularisme Religius sebagai Kritik

–Sekularisme sebagai Kritik–
Asarpin

Kawan, perdebatan tentang apa yang disebut sekular dan sekularisasi—ada yang menulis sekuler dan sekularisasi—memang belum memperlihatkan tanda-tanda melelahkan. Padahal kurang apa kerasnya polemik yang pernah terjadi antara kelompok Bung Karno-Bung Hatta dengan kelompok Natsir-Hamka–Siradjudin Abbas—A.Hasan tentang soal ini. Kedua polemik ini memiliki pengikut, dengan corak dan gayanya masing-masing. Continue reading “Sekularisme Religius sebagai Kritik”

Antara Ali Syariati & Pram

Dudi Rustandi
http://www.sunangunungdjati.com/

Hampir tak dapat dipungkiri bahwa titik tolak pencerahan dan gelisah hidupku tak dapat dipisahkan dari pengaruh kedua tokoh yang berbeda secara geografis seperti disebut pada judul; Syariati dan Pram, kedua tokoh tersebut dapat dikatakan merupakan satu generasi walau berbeda tempat pijakan, ia sama-sama berada pada satu ruang yang sama dalam memperjuangkan bangsanya masing-masing; berjuang melalui tulisan. Continue reading “Antara Ali Syariati & Pram”

Ali Syariati: Sejarah Hari Esok

Ahmad Sahidin
http://www.kompasiana.com/ahsa

SAYA masih ingat gagasan Ali Syariati bahwa filsafat sejarah bukan hanya berbicara pada persoalan realitas dibalik sejarah, tetapi juga berkaitan dengan masa depan umat manusia (sejarah hari esok). Bagi saya, filsafat sejarah versi Syari’ati merupakan konsep yang benar-benar unik karena biasanya dalam berbagai aliran pemikiran filsafat sejarah yang berkembang di dunia Barat seringkali melupakan persoalan-persoalan yang mengarah ke masa depan kemanusiaan. Begitu juga filsuf Muslim sangat kurang yang memberikan perhatian yang besar pada masa depan manusia. Continue reading “Ali Syariati: Sejarah Hari Esok”

Bahasa »