Barat-Timur dalam Mitos yang Kontras

Bernando J. Sujibto *
Jawa Pos, 13 Mei 2018

Kelemahan novel ini terletak pada cerita yang monoton dan tokoh-tokoh yang dihadirkan Orhan Pamuk sangat tipikal sebagai alter ego Orhan Pamuk sendiri.

DALAM sebuah kesempatan pada Maret 2016, Orhan Pamuk pernah menuturkan bahwa dirinya ingin menulis novel pendek. Sebuah tradisi kepengarangan yang tidak akrab dengan dirinya. “Saya perlu berlari melintasi samudra,” tuturnya untuk menggambarkan sebuah upaya distingtif dari kebiasaan menulis novel-novel panjang, yang secara umum di atas 400 halaman. Continue reading “Barat-Timur dalam Mitos yang Kontras”

Perempuan dalam Karya Sastra

Junaidi Khab *
Lampung Post, 4 Mar 2018

Pada Minggu, 28 Agustus 2016 cerita pendek (cerpen) karya N. Mursidi berhasil tayang di salah satu koran Jogja. Ia menulis cerpen dengan judul Tiga Wanita yang Menangis untuk Sebuah Kematian (Harian Jogja). Membaca karya ini, kita akan melewati jalan melankolis dan kesedihan yang tiada henti. Substansinya, sebuah konflik fisik atau batin dalam sebuah kisah sangat lumrah. Begitu pula dengan sosok perempuan yang menjadi ulasan empuk untuk dijadikan kambing hitam dalam cerpen Mursidi. Continue reading “Perempuan dalam Karya Sastra”

Bahasa »