Kampung Kecubung

Yulizar Fadli
http://www.lampungpost.com/

BULAN benjol. Segaris awan tersua di bawahnya. Sedang di dalam lapo tuak berdinding papan, empat bujang berkumpul dengan penerangan yang remang. Kelihatannya ingin mabuk mereka. Sudah secerek tuak mereka tandaskan. Tanpa sepengetahuan Otong, Yariman, dan Puguh—karena ketiganya terlalu asyik menikmati lagu dangdut yang bikin kepala mereka manggut-manggut—Upik mengeluarkan sebotol minuman mirip teh. Selain Upik, tak ada yang tahu apa nama minuman itu. Pokoknya, racikannya terbuat dari biji tumbuhan berbahaya, tumbuh liar di hampir seluruh kampung. Continue reading “Kampung Kecubung”

Aku Bermain Aktor

Asarpin

Sebelum bukunya terbit, namanya sudah melegenda.Orang mengenalnya sebagai dramaturg besar setelah kepergian dramawan Utuy Tatang Sontani. Bahkan tokoh kita ini seorang pelopor drama kontemporer di tanah airnya, baik ihwal mengenai konsepsi penulisan naskah maupun pementasan. Baginya, seorang belum pantas menerima gelar dramawan hebat bila tak punya konsepsi di bidangnya. Konsepsi-lah yang membedakan seorang dramawan besar dan drawaman ecek-ecek, sebagaimana kredo puisi adalah yang menjadikan puisi dan Sutradji dianggap lebih kuat dan lebih siap dari puisi dan Chairil Anwar. Continue reading “Aku Bermain Aktor”

LAILA: Tarian Pengorbanan

Zeventina Octaviani
Kompas, 17 Okt 2010

DUA “bodyguard” mengantarku, satu bertugas merangkap supir. Badan mereka besar-besar. Dari ototnya terlihat bahwa mereka adalah orang-orang terlatih untuk menjagaku. Mereka mengantarku ke sebuah hotel mewah berbintang 5.

Kamar 462. Doakan aku selamat, ya…,” bisikku lirih. Salah satu dari bodyguard itu menatapku. Sorot matanya sulit kumengerti. Aku tak tahu apa yang ada di dalam hatinya, tetapi di balik wajah garangnya, kulihat kedamaian. Continue reading “LAILA: Tarian Pengorbanan”

Orang Gila

Muhammad Ali Fakih *
Republika, 19 Juni 2011

SUDAH sekitar tiga bulan orang gila itu tinggal di kampung kami. Tidak ada yang tahu asal usulnya, seperti juga tidak ada yang tahu mengapa dia menjadi gila. Orang-orang hanya merasa kasihan dan bertanya-tanya, mengapa sanak keluarganya tidak mencarinya? Apakah dia tidak punya keluarga? Mengapa dia begitu betahnya di kampung kami? Continue reading “Orang Gila”

Bahasa »