Eko Triono
Lampung Post, 27 Nov 2010
1.
SUATU hari, di tahun 1964, sebuah catatan beredar. Ia menjadi diktum teori keberhasilan individu, yang apabila dijejer dengan teori, juga praktek pendidikan, adalah mata tembilang dalam cambuk menuju “kesuci-bahagiaan-hidup”; sebuah konklusi peta dan “petakon” arah, mungkin juga sebuah cara yang sedikit malu di meja sekolah. Catatan itu menutur perihal striving for succes or superiority:…satu-satunya kekuatan dinamis di balik perilaku manusia adalah perjuangan menuju keberhasilan atau keunggulan. Continue reading “Menyoal Pengajaran Sastra”
