GUS JAKFAR

A. Mustofa Bisri
http://www.gusmus.net/

Di antara putera-putera Kiai Saleh, pengasuh pesantren “Sabilul Muttaqin” dan sesepuh di daerah kami, Gus Jakfar-lah yang paling menarik perhatian masyarakat. Mungkin Gus Jakfar tidak sealim dan sepandai saudara-saudaranya, tapi dia mempunyai keistimewaan yang membuat namanya tenar hingga ke luar daerah, malah konon beberapa pejabat tinggi dari pusat memerlukan sowan khusus ke rumahnya setelah mengunjungi Kiai Saleh. Kata Kang Solikin yang dekat dengan keluarga ndalem, bahkan Kiai Saleh sendiri segan dengan anaknya yang satu itu. Continue reading “GUS JAKFAR”

Cheng Ho dan Misi Peradaban

Nunung Nurdiah
Lampung Post, 14 Nov 2010

MATA Laksamana Cheng Ho menatap tajam ke samudera yang luas. Tugas dari Dinasti Ming untuk menguatkan pengaruh China di mata bangsa lain, wajib ia tunaikan. Ia membawa begitu banyak sarjana, penulis, dan duta besar untuk ditempatkan di kerajaan yang bakal ia singgahi dalam pelayaran panjangnya nanti. Cheng Ho sudah menyiapkan peti-peti untuk mengangkut kekayaan negara lain yang bakal menjadi bentuk perniagaan yang akan dilakukan Dinasti Ming. Continue reading “Cheng Ho dan Misi Peradaban”

Sastra dan Ideologi Nasionalisme

Tjahjono Widarmanto
Seputar Indonesia, 14 Nov 2010

OBJEK semua karya sastra adalah realitas. Griffith menegaskan bahwa sastra merupakan ungkapan dari pribadi yang menulisnya.

Kepribadian, perasaan, respons, pandangan hidup atau keyakinan pengarang akan selalu mewarnai karya yang diciptakannya. Ideologi sebagai sebuah sistem berpikir normatif yang diyakini pengarang, secara langsung maupun tak langsung, sadar maupun tak sadar, akan memengaruhi karya sastra. Continue reading “Sastra dan Ideologi Nasionalisme”

Bahasa ยป