Kembalinya Kebudayaan dalam Pendidikan

Hazwan Iskandar Jaya
lampungpost.com

MEMISAHKAN pendidikan dan kebudayaan hanya akan mencetak manusia tanpa karakter. Anak didik tumbuh dan berkembang intelektualitasnya, tapi tidak merdeka lahir-batinnya!

Pendidikan tak sekadar mengejar ilmu pengetahuan, teknologi, dan intelektual. Sebab itulah pendidikan senantiasa beriringan dengan gerakan kebudayaan untuk mencapai kemuliaan hidup. Continue reading “Kembalinya Kebudayaan dalam Pendidikan”

Andai Seniman (Jadi) Pahlawan

Ari Kristianawati *
http://www.lampungpost.com/

Minimnya tokoh seniman dalam daftar pahlawan nasional dan juga dari daftar usulan kandidat pahlawan nasional yang tercatat di Kementerian Sosial merupakan bentuk kegalatan intelektual bangsa. Bangsa ini tidak mampu menghasilkan koridor pemikiran yang cerdas, kritis, jernih, dan objektif tentang definisi dan peran fundamental kepahlawanan nasional. Continue reading “Andai Seniman (Jadi) Pahlawan”

Religiusitas Alam Penyair Mas’ut

Abdul Aziz Rasjid
Koran Merapi, 13 Nov 2011

Saya tak ingat tanggalnya persis, kira-kira dipertengahan tahun 2005, saya menemani seorang teman yang bergiat di Teater Perisai Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) berkunjung ke tempat tinggal seorang pawang hujan. Nama pawang itu Mas’ut. Dia tinggal di area pertokoan getuk goreng H. Tohirin daerah Sokaraja, Banyumas. Continue reading “Religiusitas Alam Penyair Mas’ut”

Syafruddin dan Buya Hamka Pahlawan Nasional

Kartika Candra
http://www.tempointeraktif.com/

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada tujuh orang yang dianggap berjasa bagi bangsa. Tiga di antaranya Syafruddin Prawiranegara, Abdul Malik Karim Abdullah atau Buya Hamka dan Sri Susuhunan Pakubuwono X. Penyerahan gelar dilakukan di Istana Negara Jakarta, Selasa, 8 November 2011. Continue reading “Syafruddin dan Buya Hamka Pahlawan Nasional”

Bahasa »