Membaca Peringatan Gerson Poyk

Tony Kleden *
jurnalis-ntt.blogspot.com

COBA tanyakan kepada pelajar di NTT sekarang ini siapa itu Gerson Poyk. Banyak yang sangat boleh jadi belum pernah mendengar namanya. Kalau pun sudah kenal nama ini mungkin hanya mendengarnya dari orang lain, atau guru di bangku sekolah. Dan bukan mengenalnya dari buah karya sastra gemilangnya. Padahal karya cerpen dan roman sastrawan kelahiran Rote 16 Juni 1931 ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Jerman. Anehnya banyak yang belum mengenal nama ini. Kalau Gerson Poyk mengetahui ini, dia mungkin cuma mengurut dada. Continue reading “Membaca Peringatan Gerson Poyk”

Sastra NTT Tak Pernah Mati

(Catatan untuk Gusty Fahik)
Yoseph Lagadoni Herin
Pos Kupang, 6 Jan 2009

TATKALA membaca tulisan Gusty Fahik di harian ini (PK, 17/12/2008) bertajuk “Membangkitkan Sastra NTT (Kado Prematur Buat NTT di Usia Emasnya)”, saya teringat Laurens Olanama. Pesan yang dikumandangkan Gusty Fahik, dalam nada yang sama pernah disampaikan Olanama dalam sebuah artikelnya awal tahun ini, di sebuah media lokal. Continue reading “Sastra NTT Tak Pernah Mati”

Sejarah Sastra Indonesia: Menemukan Titik Mula

Anjrah Lelono Broto *
inioke.com

Membaca sejarah perkembangan sastra Indonesia (periodisasi, menurut HB Jassin), ada tanda tanya besar yang berputar-putar di dalam benak kita. Benarkah sastra Indonesia diawali dari Angkatan Balai Pustaka?

Paus sastra Indonesia, HB Jassin, juga menetapkan bahwa sastra Indonesia diawali dari sastrawan-sastrawan yang bernaung di Balai Pustaka seperti Marah Rusli, Tulis Sutan Sati, Ama Datuk Mojoindo, Suman Hasibuan, dll. Bukankah mereka adalah sederet sastrawan berlatar belakang budaya Melayu? Continue reading “Sejarah Sastra Indonesia: Menemukan Titik Mula”

Kelangkaan Kritikus dan Peneliti Sastra

Nelson Alwi *
http://www.harianhaluan.com/

TAK terbantahkan, dengan tulisan berjudul 30 Tahun Terakhir Tak Ada Novel Bermutu dari Sumatera Barat (Haluan, Minggu 23/1) Darman Moenir berhasil meng­gu­gah gairah sejumlah intelek­tual untuk penulis esai sastra sekaligus mempublikasikannya di harian kesayangan ini. Semangat mereka semoga dapat dipelihara dan semakin menya­la-nyala, menyinari aktivitas berkesusastraan, terutama di daerah tercinta ini. Continue reading “Kelangkaan Kritikus dan Peneliti Sastra”

Bahasa »