Kolase genit sastra indonesia

Sapardi Djoko Damono
http://majalah.tempointeraktif.com/
DARI PERISTIWA KE IMAJINASI: WAJAH SASTRA DAN BUDAYA INDONESIA
Oleh: Umar Junus
Penerbit: PT Gramedia, Jakarta, 1983, 175 halaman

DUA puluh karangan dalam bunga rampai ini bisa dianggap benar-benar mewakili penulisnya, setidaknya dalam gaya bahasa dan cara berpikir. Anak judulnya, Wajah Sastra dan Budaya Indonesia, mencerminkan perhatian pengarang yang luas, meski sebenarnya pokok bahasan Umar Junus adalah sastra. Continue reading “Kolase genit sastra indonesia”

Krisis Sastra “Tanpa Pembaca” dan Lubang Perangkap

Dorothea Rosa Herliany
Sinar Harapan 1992

Limabelas tahun lalu tepatnya pada tahun 1977 terjadi peristiwa sastra yang kontroversial. Pada saat itu Dewan Kesenian Jakarta (dewan tertinggi dalam kelembagaan sastra Indonesia), menjatuhkan pilihan pada kumpulan sajak Yudhistira ANM Sajak Sikat Gigi sebagai salah satu peraih penghargaan karya kepenyairan terbaik sejajar dengan karya-karya Sutardji Calzoum Bachri, Sitor Situmorang dan Abdul Hadi WM. Continue reading “Krisis Sastra “Tanpa Pembaca” dan Lubang Perangkap”

KESETIAAN ITU BERNAMA PUISI

Hadi Napster

PUISI–sebuah kata yang lahir dari persetubuhan tiga huruf vokal dan dua huruf konsonan ini, sejatinya memang serupa misteri. Ya, misteri yang tak pernah lelah menyusuri peradaban, membelah lautan-daratan, menghitung dusta pun kebajikan. Misteri yang tidak saja merasuki nurani dan majemuknya pikiran para ilmuwan serta pakar ternama, melainkan juga menusuk relung kaum awam yang cukup bangga memiliki otak sederhana. Continue reading “KESETIAAN ITU BERNAMA PUISI”

Mengenang Rendra (2)

Rendra Hormati Kritikus Dami N. Toda
Yohanes Sehandi *
Flores Pos (Ende), 6 Agu 2010

Bagi kita masyarakat NTT/Flores, penyair Rendra yang dijuluki “Si Burung Merak” ini menyisakan kenangan tersendiri. Dua tahun sebelum “pergi,” penyair dan dramawan ini mengunjungi NTT selama lima hari (15-19 Oktober 2007). Beliau datang secara khusus ke NTT/Flores dalam rangkaian pengantaran “abu jenazah” almarhum Dami N. Toda. Continue reading “Mengenang Rendra (2)”

Bahasa »