DAMPAK LICENTIA POETICA BERNAMA “KREDO PUISI” TERHADAP EKSISTENSI BAHASA

Hadi Napster

Pada tanggal 02 Oktober 2011 yang lalu, tepatnya pukul 20:08 WIB, di Grup Komunitas Bengkel Puisi Swadaya Mandiri (BPSM), terjadi satu interaksi sangat menarik dengan tema pembahasan “licentia poetica” dalam sebuah diskusi yang diawali oleh posting Dimas Arika Mihardja (DAM) melalui tulisan: Continue reading “DAMPAK LICENTIA POETICA BERNAMA “KREDO PUISI” TERHADAP EKSISTENSI BAHASA”

Merevitalisasi atau ”Membunuh” Tradisi Lisan(?)

Marhalim Zaini *
Riau Pos, 28 Nov 2010

RUPANYA, saya masih beruntung, menemukan buku dengan cover yang dominan berwarna hijau tua itu di sebuah toko buku di Kaliurang, setelah sebelumnya cukup lama saya berkeliling ke sejumlah toko buku di Jogyjakarta, sambil “menikmati” hujan debu dari erupsi Merapi. Dan buku itu pun tinggal satu-satunya, terselip di antara barisan buku antropologi yang lain. Continue reading “Merevitalisasi atau ”Membunuh” Tradisi Lisan(?)”

Keris yang Menikam Batu

Ahda Imran
Pikiran Rakyat, 28 Nov 2010

PADA dinding, sebuah banjir besar sedang menelan Kota Jakarta. Sedang di sebuah ruang sempit tampak hutan hanya tinggal jejak pepohonan. Daun-daun kering dan tanah yang berwarna kelabu, dan sebuah keran dengan tetesan air yang menggelantung di ujungnya, seolah tetesan air terakhir. Lewat cermin di setiap sisi ruang sempit itu, pemandangan hutan yang hancur tersebut sekonyong-konyong menjadi ruang yang demikian besar. Continue reading “Keris yang Menikam Batu”

Drama Musikal: Menonton Penonton Onrop!

Agus Noor
Kompas, 28 Nov 2010

HARAPAN, gairah, dan kerinduan itu terasa selama sembilan hari pertunjukan Onrop! yang berlangsung 13-21 November lalu, di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta. Berada di antara para penonton, kita bisa ikut merasakan kegembiraan mereka, yang ikut bertepuk, menyanyi, dan tertawa, sepanjang pertunjukan drama musikal yang disutradarai Joko Anwar itu. Inilah tontonan, yang terasa pas dengan para sosialita dan kelas menengah Jakarta, yang merindukan ”hiburan alternatif”, di luar film dan konser musik yang berlimpah. Continue reading “Drama Musikal: Menonton Penonton Onrop!”

Mimpi-mimpi Tokoh Tua

Mohamad Sobary *
Kompas, 28 Nov 2010

APA istimewanya ’mimpi-mimpi’ para tokoh yang saat ini berusia lebih dari 78 tahun? Bagaimana mimpi itu diletakkan di lintasan kehidupan tiga zaman pergolakan yang meresahkan?

Perancang, sekaligus editor buku ini, memiliki asumsi dasar mengapa pemikiran tokoh-tokoh tua perlu dibukukan. Pertama, orang-orang yang mengalami banyak hal di zaman-zaman yang meresahkan itu dengan sendirinya bisa berbicara tentang banyak hal yang patut diabadikan dalam bentuk buku. Continue reading “Mimpi-mimpi Tokoh Tua”

Bahasa »