Syaifuddin Gani
Kolono: Antara Gempa dan Janji
Meninggalkan Kota Kendari, pukul 08.00 pagi. Kami harus segera sampai di Langgapulu, Konawe Selatan (Konsel) sebelum azan Zuhur tiba. Jika tidak, kami bisa ketinggalan katinting yang akan menyeberang ke Labuan Bajo, Wakorumba Utara, Kab. Buton Utara. Saya bersama Uniawati, teman sekantor, akan mengadakan penelitian antropologis di Labuan Bajo, daerah yang diyakini tempat hidup suku Bajo yang mendiami wilayah pesisir. Continue reading “Gempa Kolono, Kedamaian Langgapulu, dan Keindahan Labuan Bajo”
