Menjadi Marxian Sejati, Menjadi Sejatinya Akar Rumput

M.D. Atmaja

Ini adalah sebuah kenangan atas hebatnya perhelatan pemikiran kiri di negara yang pernah membantai habis manusia-manusia berpaham merah gerakan dibawah naungan dewa komunis. Sistem pemerintahan yang diyakini dapat membawa kebaikan universal bagi manusia lewat dogma “sama rata sama rasa” yang menurut saya tidak hanya mengarah pada nilai ekonomi belaka. Bagi saya, “sama rata sama rasa” lebih pada nilai untuk saling berbagi hidup, saling berdampingan untuk mengisi setiap kekosongan, berlaku dalam dataran manusia sosial yang saling memperdulikan. Continue reading “Menjadi Marxian Sejati, Menjadi Sejatinya Akar Rumput”

Sebuah Eksistensi Karya

Alizar Tanjung
Riau Pos, 8 Mei 2011

KETIKA ditanyakan kepada pengarang apakah itu penyair atau prosais bagi dirinya. Beragam jawaban muncul. Mereka mengatakan bagi saya mengarang itu adalah setabung air kopi. Saya meraciknya dengan memasukkan gula, bubuk pekat kopi, mencampurnya dengan air panas, kemudian mereduknya, tinggal candu dan saya menikmatinya. Bagi sebagian yang lain bagi mereka mengarang itu adalah hidupnya. Continue reading “Sebuah Eksistensi Karya”

Kesetiaan “Savitri” dan Retno Maruti

Putu Fajar Arcana
Kompas, 1 Mei 2011

…Tresna sejati menika kasetyan
Wujud pangurbanan
Nadyan cekak yuswa
Drenging nala nedya ambabar kabagyan

Savitri menembangkan dialog itu untuk menjawab ucapan Rsi Kaneka, yang mengabarkan calon suaminya Satyawan tak akan berumur panjang. Sang Rsi ingin agar Savitri mengurungkan niatnya menikah dengan putra raja Dyumatsena, yang terbuang di hutan karena kalah perang. Continue reading “Kesetiaan “Savitri” dan Retno Maruti”

Bahasa »