Seni Tradisi yang Terpinggirkan

Retno HY
Pikiran Rakyat, 27 Des 2008

KEBUDAYAAN maupun seni tradisi yang tumbuh dan berkembang di masyarakat, dalam konteks tertentu merupakan suatu ritus yang menghubungkan antara dirinya pribadi dan kelompok dengan sejarah masa lalu primordial masyarakatnya yang sakral. Sakralitas kebudayaan dan seni tradisi terletak pada apresiasi masyarakat terhadap sejarah masa lalunya, bukan pada objek yang diapresiasi. Sakralitas tumbuh dan berkembang tidak bisa diidentikkan dengan sakralitas keagamaan, yang bukan hanya pada apresiasi tapi juga pada objek apresiasinya. Continue reading “Seni Tradisi yang Terpinggirkan”

Nasib Sastra di Sekolah pada Era KTSP

Achmad Bashori*
Republika, 28 Des 2008

SEJAK 2006, pemerintah menggulirkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk SD hingga SMA. Kurikulum baru ini akan direalisasikan secara bertahap. Tahap awal akan dilaksanakan selama 3 tahun sampai 2009.Hadirnya KTSP sangat diharapkan bisa menyempurnakan dan mengukuhkan pelajaran sastra sebagaimana kurikulum 2004. Namun, yang terjadi justru sebaliknya, nasib pelajaran sastra belum jelas. Continue reading “Nasib Sastra di Sekolah pada Era KTSP”

Tanjungpinang Terbitkan Dermaga Sastra Indonesia

Iwank
http://www.tempointeraktif.com/

Pemerintah Kota Tanjungpinang bekerja sama dengan Komodo Books akan meluncurkan buku “Dermaga Sastra Indonesia: Kepengarangan Tanjungpinang, dari Raja Ali Haji sampai Suryatati A. Manan” di Bentara Budaya Jakarta pada Selasa (29/3) sore nanti.

Buku yang merupakan suatu kajian sejarah sastra Melayu di Riau itu akan dibahas oleh Prof. Dr. Budi Darma, sastrawan dan guru besar Universitas Negeri Surabaya, dan Prof. Dr. Abdul Hadi W.M., sastrawan dan guru besar Universitas Paramadina Jakarta. Continue reading “Tanjungpinang Terbitkan Dermaga Sastra Indonesia”

Lagu Jenaka Minangkabau

Deddy Arsya *
Padang Ekspres, 28 Des 2008

WISRAN Hadi dalam sebuah tulisan menyimpulkan, ada beberapa ciri atau karakteristik jenaka yang hidup dan berkembang dalam masyarakat Minangkabau. Jenaka Minangkabau tidak mengeksploitir atau mengeritik kekurangan yang ada pada tubuh pribadi-pribadi; menekankan pada “permainan” kata dan makna; tidak bertendensi untuk memperbodoh-bodohkan seseorang; kritik terhadap sesuatu keadaan, kondisi, perlakuan dan luahan perasaan dari ketertekanan, ketakutan dan kemualan yang terjadi di sekeliling kehidupannya. Continue reading “Lagu Jenaka Minangkabau”

Sastrawan Jerman Bedah Fakta Lain Runtuhnya Tembok Berlin

Rofiqi Hasan
http://www.tempointeraktif.com/

Sejarah senantiasa menyimpan teka-teki yang menarik untuk ditelisik lebih jauh. Karena sulitnya menemukan kebenaran para pemegang kuasa masa lalu acapkali menciptakan versi tunggal akan sejarah yang didasari atas kepentingan pribadi. Novel sebagai karya sastra bisa menjadi alternatif untuk mengungkapkan apa yang tersembunyi itu. Continue reading “Sastrawan Jerman Bedah Fakta Lain Runtuhnya Tembok Berlin”

Bahasa »