Pemikiran Daoed Joesoef: Dari Pengetahuan menuju Pemahaman Budaya

Chavchay Syaifullah
Media Indonesia, 18 Des 2006

DALAM sejarah pemikiran Indonesia, nama Daoed Joesoef memang sulit diabaikan. Pergaulannya yang luas, pikiran-pikirannya yang kritis, sepak terjangnya yang kontroversial, membuat pria kelahiran Medan 8 Agustus 1926 ini hadir bak lonceng berdentang-dentang.

Ambillah satu contoh, ketika ia menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (1978-1983), kaum mahasiswa selalu saja dikondisikannya untuk jauh dari dunia politik. Baik secara eksplisit (yang mengandung hukuman) maupun secara implisit. Pada masa itu, tak pelak tudingan bahwa dirinya lebih propemerintah Orde Baru sulit terbendung. Continue reading “Pemikiran Daoed Joesoef: Dari Pengetahuan menuju Pemahaman Budaya”

Sastra Instan, Pluralisme, Religiusitas

Ahda Imran
Pikiran Rakyat, 23 Desember 2006

SASTRA sebagai pergulatan kreatif adalah sebuah jalan sunyi. Jalan yang tak mudah beriringan dengan kepentingan industri, apalagi popularitas. Meski hal itu akan sangat menggembirakan bila bisa diseiringkan, namun fenomena yang terjadi di tengah gegap gempitanya aktivitas industri penerbitan dan sosialisasi karya sastra yang terjadi akhir-akhir ini ternyata menimbulkan semacam kecemasan juga. Continue reading “Sastra Instan, Pluralisme, Religiusitas”

Obituari: Sang Pemberani Itu Pergi…

Putu Fajar Arcana
Kompas, 3 April 2011

KEPERGIAAN Ratna Indraswari Ibrahim (62) di pagi hari membuat jantung saya berdegup kencang. Minggu (27/3), saya menerima kabar ia kembali dirawat di rumah sakit karena terserang stroke untuk kedua kalinya. Tahun lalu, di bulan Mei, saya berkunjung ke rumahnya di Malang. Ia tampak sehat dan sudah pulih setelah sebelumnya juga terserang stroke. Continue reading “Obituari: Sang Pemberani Itu Pergi…”

Umbu dan Bali

Wayan Budiartha *
kompasiana.com/budiartha

Bosan sebagai presiden penyair di Jogja Umbu Landu Paranggi lalu pindah ke Bali sekitar tahun 75. Bersama Gerson Poyk, Ki Nurinwa dan belasan penyair angkatan tahun 70an Umbu menggiatkan dunia kepenyairan Bali. Padahal di Jogja nama besarnya sudahpun sejajar dengan Ebiet G Ade, Emha, atau dengan yang di Jakarta seperti Sutarji dan sederetan nama besar lainnya. Continue reading “Umbu dan Bali”

Dowong: Kampung Halaman Dunia

(Catatan super sepeleh, super ringan, super ceketer dari penulis)

Sabrank Suparno

Saat Carlos Miquel Fonseca Horta (seniman asal Portugal) sms kalau dia hendak datang ke rumah di Dowong-Plosokerep, kecamatan Sumobito-Jombang, saya bilang ke ibu, “akan ada tamu, turis. Nanti suguhannya (jamuan) kita membikin jajan ndeso saja: gentilut, jemblem, utem-utem, brubi, gethuk. Makan pun kita sediakan nasi jagung, supaya ia merasakan jenis makanan ndeso.” Continue reading “Dowong: Kampung Halaman Dunia”

Bahasa »