Etsa-Etsa Alit Rembrandt

Seno Joko Suyono
http://majalah.tempointeraktif.com/

Ukurannya mungkin hanya dua kali lebar kartu truf. Dalam bidang yang sedemikian kecil itu tersaji gambar-gambar cetakan yang memukau. Dari kisah kebangkitan Lazarus sampai cara berjalan para pengemis di Amsterdam pada abad ke-17.

Rembrandt van Rijn (1606-1669) adalah puncak keemasan seni rupa klasik Belanda. Di samping karya-karya lukisan, sering disebut ia maestro etsa. Pencapaian karya etsa-etsanya tidak kalah dengan lukisannya. Sejak zaman Rembrandt sendiri, etsa-etsanya sudah diburu oleh kolektor. Continue reading “Etsa-Etsa Alit Rembrandt”

Ulrich Kozok: Tinjau Kembali Sejarah Bahasa Melayu

Pewawancara: Andari Karina Anom
http://majalah.tempointeraktif.com/

Dia ahli filologi ilmu tentang teks dan bahasa kuno yang menekuni studi bahasa Batak dan Melayu. Dilahirkan di Hildesheim, Jerman, Ulrich Kozok, 47 tahun, menguasai bermacam bahasa Batak: Karo, Angkola, Mandailing, Pakpak, Simalungun, dan Toba.

Uli begitu panggilannya -kaya pengalaman akademis: tujuh tahun mengajar di Universitas Auckland, Selandia Baru; setahun di Universitas Sumatera Utara; dan kini menjadi dosen di Universitas Hawaii, Amerika Serikat. Continue reading “Ulrich Kozok: Tinjau Kembali Sejarah Bahasa Melayu”

Eureka! Kitab Melayu Tertua

Andari Karina Anom
http://majalah.tempointeraktif.com/

NUN di sebuah kampung di pinggir Danau Kerinci, Sumatera Utara, rahasia itu mendekam. Sekitar 700 tahun ia meringkuk dalam sebuah guci tembikar yang terkunci dalam sebuah peti. Tak boleh dilongok, kecuali lewat prosesi sangat spesial dua atau tiga kali dalam satu abad.

Itulah Kitab Undang-Undang Tanjung Tanah, dari abad ke-14. Sebuah bundel teks berbahasa Melayu tertua yang masih eksis dan ditemukan pada masa kini. Continue reading “Eureka! Kitab Melayu Tertua”

Jejak Boekhandel Tan Khoen Swie

Seno Joko Suyono, Dwijo Maksum, Imron Rosyid,
Lucia Idayani, Istiqomatul Hayati, Nurdin Kalim
majalah.tempointeraktif.com

Di atas pintu depan toko itu hanya terlihat papan kayu biru kusam bertuliskan “SURABAYA”. Toko di Jalan Dhoho, Kediri, itu menjual bahan makanan seperti abon, dendeng, ke-rupuk. Pada era 30-an, toko itu bernama “SOE-RABAIA”, terkenal sebagai pusat penjualan ban Dunlop dan onderdil mobil. Continue reading “Jejak Boekhandel Tan Khoen Swie”

Bookhandel Tan Khoen Swie

Harta Karun Tan Khoen Swie
Seno Joko Suyono, Dwidjo Maksum, Imron Rosyid
http://majalah.tempointeraktif.com/

TOKO Tan Khoen Swie, Sedia Boekoe Djawa, Melajoe dan Ollanda. Foto tahun 1920-an itu menunjukkan sebuah bangunan di kompleks pertokoan Jalan Dhoho 165, Kediri. Dan tempat yang sekarang dipakai untuk menjual abon, dendeng, dan kerupuk serta menjadi tempat praktek dokter gigi itu dulunya penerbit buku. “Ya, inilah sisa peninggalan kakek buyut saya,” kata Dokter Gigi J. Sutjahyo, yang merupakan cicit Swie. Continue reading “Bookhandel Tan Khoen Swie”

Bahasa ยป