Puisi Cinta di Panggung Pelangi Sastra Malang

Yesi Devisa *

Sebagian orang berargumen bahwa puisi cinta itu sampah, rayuan gombal dan 99% bohong. Bahkan pendapat yang lebih ekstrem mengatakan bahwa puisi cinta itu menjerumuskan. Mungkin harus ada pelurusan dalam hal ini. Salah satunya dengan adanya pementasan pembacaan puisi seperti acara “Pelangi SastraMalang [on Stage] #9: Words War, Perang Kata dalam Puisi Cinta” yang diselenggarakan di lorong masjid AR-Fachruddin, Universitas Muhammadiyah Malang Continue reading “Puisi Cinta di Panggung Pelangi Sastra Malang”

Irshad Manji: Idola Kaum Liberal!

Adian Husaini
http://pemikiranislam.multiply.com/

assalaamu’alaikum wr. wb.

Sejumlah orang yang akan berdialog dengan kaum liberal saya beri saran agar jangan pakai dalil ayat-ayat Al-Qur’an. Sebab, banyak kaum liberal yang sudah tidak percaya lagi pada keotentikan Al-Qur’an, sehingga tidak ada gunanya dalil Al-Qur’an untuk mereka. Memang ada diantara mereka yang masih percaya Al-Qur’an sebagai wahyu Allah, tetapi banyak pula diantara mereka yang memiliki pandangan dan penafsiran yang berbeda. Continue reading “Irshad Manji: Idola Kaum Liberal!”

Dengarkanlah, Bahasa Kerinduanku

M.D. Atmaja

Bagaimana rasanya jikalau kita mencintai seseorang namun tidak memiliki kemampuan dalam berucap rindu atau cinta? Karena keterbatasan jarak yang tidak dapat dipendekkan, atau juga karena tidak tahu kemana harus melarikan kaki agar bisa merengkuh sang kekasih itu. Mungkin di saat rasa itu bergejolak, kita akan merasakan keresahan yang memuncak. Menjadi sakit yang teramat sulit untuk tersembuhkan, bahkan dapat membuat seseorang berani untuk mengakhiri kehidupannya di detik itu juga. Continue reading “Dengarkanlah, Bahasa Kerinduanku”

Endo Senggono: Penjaga Rumah Para Penulis

Fabiola Ponto
Kompas, 25 Maret 2011

HARI sudah petang saat Endo Senggono, sosok yang bisa dikatakan sebagai ”katalog hidup” di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, berjalan tertatih-tatih. Sepasang kruk yang menopang tubuh lelaki itu bergerak seirama. Meski gurat lelah menghias wajahnya, Endo terus tersenyum.

”Mungkin karena faktor usia saya jadi cepat lelah. Padahal, saya belum terlalu tua ya,” ujarnya sambil menyelipkan rambut yang memutih di belakang telinga. Continue reading “Endo Senggono: Penjaga Rumah Para Penulis”

Bahasa »