Pandu, Memandang Dunia Lewat Karl May

Edna C Pattisina
http://properti.kompas.com/

”Kami memang hanya menerbitkan buku lama. Namun lewat buku-buku Karl May, saya berharap kita bisa belajar tentang kemanusiaan, perdamaian, dan lingkungan hidup.” Begitu kata kepala suku Paguyuban Karl May Indonesia atau PKMI, Pandu Ganesa.

Bersama komunitas dan penerbit yang dibangun secara swadaya, Pandu bersama PKMI telah menerbitkan 10 buku dari target 40 buku karangan Karl May. Continue reading “Pandu, Memandang Dunia Lewat Karl May”

Mengungkap Sisi Gelap Karl May

Lusiana Indriasari
Kompas, 2 Januari 2011

”ORANG kulit putih datang dengan senyum manis di wajah, tetapi menyelipkan pisau tajam di pinggang serta senjata api yang siap ditembakkan. Mereka menjanjikan cinta kasih dan perdamaian, tetapi menebar kebencian dan pertumpahan darah”.

Itulah penggalan kalimat yang selalu ditulis Karl May dalam buku-bukunya yang berkisah tentang dunia Barat. Salah satu karya besarnya, antara lain, adalah buku Winnetou yang menceritakan petualangan dan persahabatan kepala suku Indian Apache Winnetou dan orang berkulit putih Old Shatterhand. Continue reading “Mengungkap Sisi Gelap Karl May”

Pernyataan Sikap Sastrawan Ode Kampung

Posted: 21/11/2010 by boemipoetra in Manifesto
Serang, Banten 20-22 Juli 2007

Kondisi Sastra Indonesia saat ini memperlihatkan gejala berlangsungnya dominasi sebuah komunitas dan azas yang dianutnya terhadap komunitas-komunitas sastra lainnya. Dominasi itu bahkan tampil dalam bentuknya yang paling arogan, yaitu merasa berhak merumuskan dan memetakan perkembangan sastra menurut standar estetika dan ideologi yang dianutnya. Kondisi ini jelas meresahkan komunitas-komunitas sastra yang ada di Indonesia karena kontraproduktif dan destruktif bagi perkembangan sastra Indonesia yang sehat, setara, dan bermartabat. Continue reading “Pernyataan Sikap Sastrawan Ode Kampung”

MANIFESTO boemipoetra

Posted: 21/11/2010 by boemipoetra in Manifesto

Beberapa tahun terakhir ini rakyat Indonesia banyak mengalami musibah besar yang merubah kehidupan mereka seperti terjadinya tsunami dan gempa bumi. Tapi tsunami dan gempa bumi adalah musibah yang memang tidak bisa dicegah terjadinya oleh kekuatan manusia karena merupakan bencana buatan alam. Bencana alam hanya bisa diterima dan menjadi tanggung jawab bersama korban dan bukan-korban untuk menanggulangi akibatnya. Continue reading “MANIFESTO boemipoetra”

Di Makam Raja Ali Haji

Kenedi Nurhan
oase.kompas.com

Sejumlah sastrawan peserta Temu Sastrawan Indonesia III/2010 menyempatkan ziarah ke makam pujangga Raja Ali Haji di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau.

Di tengah kebisingan suara mesin generator pembangkit listrik, puluhan sastrawan itu tegak berjajar, membentuk separuh lingkaran tak beraturan. Tak ada keheningan saat kedua telapak tangan ditadahkan ke ”langit”, berdoa, saat menziarahi makam sastrawan besar negeri ini: Raja Ali Haji. Continue reading “Di Makam Raja Ali Haji”

Bahasa »