Dari Puisi Mantra ke Kursi Presiden Penyair

Murparsaulian
riaupos.com

Kepiawaiannya meramu kata telah menghipnotis, tidak hanya mahluk sastra, namun juga penikmat dan pemerhati sastra di tanah air bahkan dunia.

Di tangannya kata-kata menjadi wangi dan ranggi. Pada momen Anugerah Sagang ke-15 tahun ini, Yayasan Sagang memberikan anugerah khusus Sagang Kencana kepada presiden penyair ini. Continue reading “Dari Puisi Mantra ke Kursi Presiden Penyair”

Bali dan Wuzu: Kembali ke Dasar

I Made Prabaswara
http://www.balipost.co.id/

SUATU kali Lingyuan, pengikut Zen, menerima surat dari Wuzu, sang guru Zen. Isi surat bertajuk “Kembali ke Dasar” itu amat pendek: “Ladang telah hancur oleh kemarau, tapi aku tak cemas. Aku hanya cemas oleh kenyataan bahwa siswa-siswa Zen tidak memiliki mata. Musim panas ini terdapat lebih dari seratus, tapi tidak satu pun di antara mereka mengerti cerita perihal anjing tak memiliki hakikat pencerahan. Inilah sesuatu yang pantas dicemaskan.” Continue reading “Bali dan Wuzu: Kembali ke Dasar”

Kajian Sastra di Indonesia Lebih Humanistis

Krisman Purwoko
http://www.republika.co.id/

Profesor dari University of the Arts London, mengakui kajian dan teori sastra yang diajarkan di universitas di Indonesia melalui pendekatan humanistis sangat mendalam ketimbang yang ditemuinya di universitas di Inggris.

Hal ini diakui Prof Ray M Lucas yang menjadi pembimbing one-to-one-class untuk kandidat doktor Mutmainnah Mustofa yang tengah melakukan kajian buku ajarnya bersama Prof Ray Lucas yang berjudul “How to Analyze Poet, Poetry and Drama.” Continue reading “Kajian Sastra di Indonesia Lebih Humanistis”

Dari Sebuah Manifesto Gambar

Hendro Wiyanto *
majalah.tempointeraktif.com

Ada masanya gambar dimaknai sebatas hasil pekerjaan keterampilan “menggambar”, yakni susunan rupa, gambaran bersahaja dengan isi atau maksud jelas, paripurna, sebagaimana gambar anak-anak atau ilustrasi cerita. Arkian, para “ahli gambar” memberi bobot “seni” pada istilah gambar, menguarkan terbentuknya Persagi (Persatuan Ahli Gambar Indonesia) 70 tahun silam. Namun, sejatinya, (seni) gambar itu sendiri cenderung luput dari perhatian, terdesak oleh gencarnya perhatian pada ragam utama seni rupa: lukisan. Continue reading “Dari Sebuah Manifesto Gambar”

Bahasa ยป