Baz-Art dalam Wacana dan Pasar

Sri Wintala Achmad *
kr.co.id

MEMAHAMI Baz-art, salah satu agenda kegiatan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) XV – 2003, sangat berbeda dengan basar sebagai pasar murah. Secara substansial, Baz-art mengandung pengertian event seni rupa yang berbingkai keseimbangan wacana pasar dan pasar wacana. Di mana, penyelenggaraan Baz-art versi Yayat Surya tidak sekadar menawarkan publik atas produk seni rupa sebagai aset komoditas. Melainkan, seni rupa ditawarkan sebagai wacana apresiatif, edukatif, rekreatif, artistik dan inovatif bagi publik. Continue reading “Baz-Art dalam Wacana dan Pasar”

“Film Yogya” Dilacak Sejak FKY XV 2003

Ken Rahatmi
http://www.kr.co.id/

Enam film karya pelajar dan 19 film bikinan mahasiswa/umum, mendaftar di Festival Film Video FKY XV-2003. Dari sejumlah film buatan Yogya, Purwakarta, Solo dan Semarang itu, diambil lima film terpilih dari masing-masing kategori. Saat pemilihan di TVRI Yogyakarta inilah muncul gagasan ?Kenapa musykil, suatu ketika muncul Film (Independen) gaya Yogyakarta?? Continue reading ““Film Yogya” Dilacak Sejak FKY XV 2003″

Membudayakan Sastra di Aceh

Thayeb Loh Angen *
blog.harian-aceh.com

LOMBA menulis sastra seperti lomba menulis puisi, cerpen, naskah drama, naskah sandiwara atau lomba menulis novel penting dilaksanakan untuk membangkitkan gairah peminat sastra dan memajukan peradaban. Sebuah kawasan atau negara maju selalu diiringi kemajuan dunia seni khususnya sastra, bahkan sering dimulai dari maju sastra dulu baru maju negeri. Sastra adalah peradaban yang mengarah kepada budaya, dan jika menulis sastra sudah membudaya dalam suatu kawasan atau negeri, maka saat itulah negeri tersebut maju. Continue reading “Membudayakan Sastra di Aceh”

Bahasa ยป