RAJA ALI HAJI: BAPAK KESUSASTRAAN MELAYU

Maman S. Mahayana *

Kalau bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu Klasik, maka kesusastraan Indonesia lahir karena dukungan sastra klasik yang tersebar di kepulauan Nusantara, seperti Bali, Jawa, Sunda, atau Melayu. Khusus dalam pembicaraan yang menyangkut kesusastraan Melayu Klasik, tentu saja Abdullah bin Abdulkadir Munsyi tidak dapat dilewatkan. Beberapa karyanya yang terkenal, antara lain Syair Singapura Dimakan Api, Kisah Pelayaran Abdullah dari Singapura ke Kelantan, Hikayat Abdullah bin Abdulkadir Munsyi, dan Kisah Pelayaran Abdullah ke Negeri Jedah. Continue reading “RAJA ALI HAJI: BAPAK KESUSASTRAAN MELAYU”

Sastrawan Kalsel Sebuah Pengakuan

(Catatan Untuk Sainul Hermawan dan Tajuddin Noor Ganie)
HE. Benyamine
http://www.radarbanjarmasin.co.id/

Antologi biografi sastrawan Kalimantan selatan yang disusun Tajuddin Noor Ganie (TNG) adalah satu bentuk pengakuan dan penghargaan kepada orang-orang yang dikategorikan sastrawan berdasarkan rumusan yang ditentukan olehnya sendiri. Terlepas yang lain juga mengakui atau tidak? Pengakuan dan penghargaan itu sudah dikemukakan TNG dengan mengacu pada definisi yang dikemukakannya dalam tulisan Antologi Biografi 643 Sastrawan Kalsel Continue reading “Sastrawan Kalsel Sebuah Pengakuan”

Siapakah Sastrawan Kalsel?

Catatan untuk Tajuddin Noor Ganie
Sainul Hermawan
http://www.radarbanjarmasin.co.id/

Sebagai publik sastra di Kalimantan Selatan kita beruntung memiliki Maman S. Tawie dan Tajuddin Noor Ganie. Keduanya saya takzimi dengan panggilan Pak. Kedua aktor sastra ini memiliki keajegan yang tak tertandingi dalam mencurahkan perhatian secara sukarela untuk mendokumentasikan dan mencatat perkembangan sastra di Kalimantan Selatan, terutama karya yang dipublikasikan di media cetak di Kalsel atau dalam bentuk buku yang dipublikaksikan di institusi sastra di Kalsel. Continue reading “Siapakah Sastrawan Kalsel?”

Kegundahan Sastra Saut Situmorang

Saut Situmorang
Zamakhsyari Abrar – wartaone

Saut Situmorang, nama penyair ini, dalam beberapa tahun belakangan mencuat namanya dalam panggung sastra negeri ini. Lewat kritik-kritiknya yang tajam dan keras, ia menyerang Goenawan Mohamad dan kawan-kawan atas apa yang disebutnya sebagai politik sastra Teater Utan Kayu.

Bersama dengan penyair Wowok Hesti Prabowo, sastrawan yang lahir di Tebing Tinggi, Sumatra Utara, pada 29 Juni 1966, ini lalu menerbitkan jurnal Boemipoetra, sebuah jurnal yang terbit dwibulanan, wadah tempat mereka untuk menulis dan mengekspresikan tulisan untuk “menyerang” politik sastra Goenawan cs. Continue reading “Kegundahan Sastra Saut Situmorang”

Pendidikan dan Tanggung Jawab Sosial

I Gusti Ngurah Parthama **
balipost.co.id

Dalam beberapa tahun terakhir pendidikan Indonesia digoyang dengan permasalahan seperti beban guru yang semakin berat seiring perubahan kurikulum tanpa ada kesesuaian imbalan. Peraturan dan kebijakan pendidikan yang membelenggu dan seringkali malah tidak mendidik, menjejali anak didik dengan materi-materi tanpa memberikan bantuan dalam penyelesaian, kebocoran soal-soal ujian, ketidakjujuran pengurusan pengajaran, kerancuan persoalan akreditasi, dan lainnya. Continue reading “Pendidikan dan Tanggung Jawab Sosial”

Bahasa ยป