Seorang Odysseus dari Solo [Halim H.D.]

majalah.tempointeraktif.com

SUATU pagi di Surakarta, 1995. Seorang lelaki yang berpenampilan sederhana bergegas menemui beberapa kawannya. Ia menitipkan sepotong pesan, “Kalau terjadi sesuatu, tolong cek keberadaan saya di kejaksaan.” Sesudah teman-temannya paham, ia buru-buru pergi kantor kejaksaan di daerah Kepatihan, Solo. Di sana ia mesti menjelaskan kiriman lewat pos yang diterimanya, beberapa jurnal kesenian dari Amerika dan Eropa. Continue reading “Seorang Odysseus dari Solo [Halim H.D.]”

Kontekstualitas dalam Sastra dan Media

Anjrah Lelono Broto
http://sosbud.kompasiana.com/

Kesenian dikuasai oleh trend, dimensi kesadaran pikiran dipenuhi oleh kecerdasan yang tangkas atau sinisme yang lucu semata tetapi kebijaksanaan dalam pikiran menjadi langka; begitu pula penghayatan kalbu jarang terjadi, diganti oleh sensasi-sensasi naluri semata. Kekayaan pengalaman panca indera, pengalaman naluri, dan mobilitas kecerdasan memang merupakan unsur yang penting dalam ekspresi kesenian, tetapi tanpa peran kesadaran rohani dan kebijaksanaan hati nurani, totalitas komunikasi lewat kesenian tak akan terjadi. Sungguh sayang, kalau komunikasi antara kesenian dan penikmatnya hanya sampai pada tingkat provokasi dan tidak pada tingkat inspirasi. (Rendra, Horizon edisi April 2002) Continue reading “Kontekstualitas dalam Sastra dan Media”

Bahasa ยป