Geliat Penulisan Sastra dari Negeri Shohibul Kitab

Joni Lis Efendi
riaupos.com

Pembicaraan dalam esai ini tidak berniatkan semata untuk membuka nostalgia lama. Kembali ke masa 200 tahun silam, di saat-saat jayanya dinamika kesusastraan di ranah Melayu, terutama di pusat kerajaan Melayu, Pulau Penyengat.

Pulau Penyengat, yang hanya berupa pulau kecil yang kaya bauksit seluas 240 hektare yang terletak di seberang Barat Pulau Bintan, Kepulauan Riau, menyimpan tapak kegemilangan sastra Melayu. Continue reading “Geliat Penulisan Sastra dari Negeri Shohibul Kitab”

Tuhan yang Dijual

Danarto
http://majalah.tempointeraktif.com/

PARA jemaah haji atau umrah biasanya “balik bertanya” bila diminta menguraikan perihal situs yang terletak di tengah Masjidil Haram, tapi memang Ka’bah itulah yang paling didambakan. Jauh-jauh datang dari Tanah Air, bisa menetap sampai empat puluh hari di Mekah, hanya Ka’bah yang ingin dinikmati di Tanah Suci. Menunaikan ibadah haji atau umrah, Ka’bah adalah tujuan peribadatan. Kalau sudah melihat Ka’bah, cukuplah hati ini terpuaskan. Sedangkan untuk berziarah di tempat lain, nanti-nanti sajalah. Lalu Ka’bah itu apa? Terserah pendapat Anda. Continue reading “Tuhan yang Dijual”

SASTRA KOREA LEBIH HOMOGEN

(Wawancara Maman S. Mahayana dengan Penyair Soni Farid Maulana, dimuat di Harian Pikiran Rakyat, Bandung, Kamis, 1 Juli 2010)

1. Sejak kapan, dan sampai kapan jadi dosen tamu di Korea?

Awal September 2009 saya mulai mengajar di Department of Indonesian-Malay Studies, Hankuk University of Foreign Studies (HUFS). Dikontrak untuk dua tahun, dan masih dibolehkan memperpanjang lagi satu tahun. Jadi, paling cepat ya, 2011. Tapi saya berharap bisa sampai 2012 sampai anak saya lulus SMP Korea. Sekarang dia baru kelas 2 SMP di Seoul. Continue reading “SASTRA KOREA LEBIH HOMOGEN”

Simbolisme: Studi Tokoh Atas Novel Rasa Mardika dan Hikayat Kadiroen

Agus Sulton

/1/
Berbicara masalah analisis simbolisme nama-nama tokoh dalam novel, memang bukanlah sesuatu yang gampang. Apalagi novel-novel tersebut di awal abad ke-20, yang tentunya sudah banyak terjadi perubahan-perubahan secara ”sosio-kultural” dan teruntuk hal tersebut sudah pasti kita harus mencari bahan-bahan perbandingan maupun sumber-sumber yang dapat menjelaskannya. Continue reading “Simbolisme: Studi Tokoh Atas Novel Rasa Mardika dan Hikayat Kadiroen”

Bahasa »