Memahami Jarak dan Aroma Ajal

Taufiq Ismail
GATRA, Edisi 30, 4 Juni 2004

HAMID Jabbar, 55 tahun, wafat ketika sedang baca puisi di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN), Ciputat, Sabtu malam, 23.00, 29 Mei 2004, di depan mahasiswa, dosen, dan tamu yang memadati aula dalam acara dies natalis perguruan tinggi itu. Dua larik puisi terbarunya itu dibaca dari layar Communicator 9210i, berbunyi: Walaupun Indonesia menangis/ mari kita tetap menyanyi// Continue reading “Memahami Jarak dan Aroma Ajal”

Salah Mendayung, Patah Dayung di Tangan

(Catatan untuk Moh. Wan Anwar dan Jamal D. Rahman)
S. Sinansari Ecip
http://www.infoanda.com/korantempo

Pertama-tama, saya minta maaf, menggunakan kata “saya” untuk tulisan kali ini. Tokoh Daeng Ngintang diistirahatkan, meski tulisan tanggapan pertama saya (Koran Tempo, 26/1) tentang Kitab Horison memakai tokoh tersebut. Saya jarang menggunakan kata “saya” untuk tulisan pribadi (by line) di surat kabar. Continue reading “Salah Mendayung, Patah Dayung di Tangan”

Memasuki Ruang Lengang Epri Tsaqib

Lia Octavia
http://entertainment.kompas.com/

Memasuki sebuah jeda dari rutinitas sehari-hari, dunia yang sibuk dengan berbagai hiruk pikuknya, sebuah ruang lengang, yang mengajak kita untuk keluar sejenak dari rutinitas dunia. Demikian komentar Jamal D. Rahman, Pemimpin Redaksi Majalah Sastra Horison, pada kata-kata pembukanya saat ia membedah buku puisi Ruang Lengang karya Epri Tsaqib yang diselenggarakan pada Jumat, 25 Juli 2008 di Balai Sangrini, Jakarta Selatan. Continue reading “Memasuki Ruang Lengang Epri Tsaqib”

Puisi Goethe Mendarat di Pondok Pesantren

M Hari Atmoko

Dari tempat yang agak remang di beranda gedung itu, Najah mengacungkan tangannya, tanda dia ingin mengajukan pertanyaan kepada penyair berasal dari Jerman, Berthold Damshauser.

Dorothea Rosa Herliany, moderator “Dialog Karya-Karya Goethe: Perintis Dialog Islam-Barat” di kompleks Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, itu tampaknya tak melihat acungan tangan remaja itu. Continue reading “Puisi Goethe Mendarat di Pondok Pesantren”

Bahasa ยป