Kini Kartu Lebaran Berganti SMS dan “Email”

Silaturahmi Idul Fitri
Sihar Ramses Simatupang
sinarharapan.co.id

Penulis sastra sekaligus sineas Djenar Mahesa Ayu, mengatakan kalau dirinya justru lebih memilih mengirimkan ucapan pada hari raya, ulang tahun lewat kiriman SMS, ketimbang mengirimkan lewat kartu atau surat.

“SMS bisa lebih efektif, efisien dan ekonomis ketimbang ke kantor pos. Bahkan lewat email pun, kita tetap ke tempat di mana ada komputer dan itu masih agak menyulitkan. Saya lebih senang SMS, karena saya ingin yang supel dan praktis,” paparnya. Continue reading “Kini Kartu Lebaran Berganti SMS dan “Email””

Menyimak Dunia Sufi dari Syair Goethe

Ignatius Liliek
http://www.suarapembaruan.com/

Penyair dunia asal Jerman, Goethe, memandang kebudayaan Timur sebagai salah satu gerbang yang dapat menghantarkannya mencapai sebuah kebenaran. Ia menghormati Muhammad dan mengidolakan ajaran sufi Hafiz. Syair-syair Goethe ternyata juga mengungkap budaya Timur.

Hal tersebut diungkapkan oleh Agus R Sarjono, penyair sekaligus Ketua Dewan Kesenian Jakarta, yang ditemui saat membacakan puisi karya Goethe, di Goethe Haus Jakarta pada Selasa (26/2) malam. Agus dan Berthold Damshauser, pengamat sastra Jerman ikut membacakan sejumlah puisi Goethe. Sekalipun syair Goethe hidup, gaya membaca Agus dan Damshauser tidak cukup ekspresif. Continue reading “Menyimak Dunia Sufi dari Syair Goethe”

Ragam Istana Presiden

Susie Evidia Y
http://republika.co.id/

Patung-patung di Istana Bogor mayoritas berbentuk perempuan bugil. Jika tamu-tamu negara datang, patung-patung itu didandani dengan pakaian anggun.

Istana negara menjadi simbol dari sebuah bangsa. Beruntung di Indonesia memiliki lebih dari satu istana kepresidenan yang tersebar di beberapa daerah. Pusatnya di Jakarta berupa Istana Negara dan Istana Merdeka yang menjadi kediaman sekaligus kantor presiden. Upacara kenegaraan juga diadakan di kompleks istana ini. Continue reading “Ragam Istana Presiden”

Birokratisasi Sastra Jawa Timur

AF. Tuasikal
cetak.kompas.com

Aku bertanya. Tetapi pertanyaanku. Membentur jidat penyair-penyair salon. Yang bersajak tentang anggur dan rembulan.
Sementara ketidakadilan terjadi disampingnya. Dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan. Termangu-mangu di kaki dewi kesenian
Inilah sajakku. Pamplet masa darurat. Apakah artinya kesenian. Bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir. Bila terpisah dari masalah kehidupan
(WS. Rendra. Sajak Sebatang Lison) Continue reading “Birokratisasi Sastra Jawa Timur”

Bahasa ยป