Bung Tomo Pahlawan Rakyat

Teguh LR
suarapembaruan.com

Ny Hajah Sulistina Sutomo, ketika menerima potongan tumpeng dari Kepala Stasiun RRI Programa I Surabaya, Drs HM Natsir Isfa MM di gedung RRI Surabaya, Senin (10/11), dalam rangka syukuran gelar Pahlawan Nasional.

Pertempuran heroik antara Arek Suroboyo melawan tentara Inggris dan Sekutu, mencapai puncaknya pada 10 November 1945. Perang lokal tidak seimbang, untuk mempertahankan kemerdekaan yang telah diproklamasikan Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno (Bung Karno), 17 Agustus 1945. Continue reading “Bung Tomo Pahlawan Rakyat”

Merenungi Mimpi Si Pendobrak Zaman

Hermien Y. Kleden
http://majalah.tempointeraktif.com/

”…Aku akan mati di puncak kejayaanku. Tanpa cinta. Tanpa rindu?,”demikian tutur dramawan Bertolt Brecht, seperti dikutip Ronald Hayman dalam Brecht, A Biography.

Ini sebuah nada depresi. Tetapi Brecht, seperti juga drama-dramanya, adalah simbol dari pemberontakan dalam nada balada. Puluhan opera dan baladanya adalah serangkaian nyanyian pemberontakan yang menampilkan kritik sosial yang tajam. Dan, tampaknya, itulah sebabnya naskah Brecht selalu menarik hati para dramawan Indonesia, seperti halnya N. Riantiarno, yang dikenal selalu menampilkan kritik sosial melalui pertunjukannya. Continue reading “Merenungi Mimpi Si Pendobrak Zaman”

Bertemu Penyair Semarang

Budhi Setyawan
http://budhisetyawan.wordpress.com/

Dalam acara dinas ke Semarang November 2008, saya telah rencanakan untuk silaturahmi dengan beberapa penyair Semarang. Namun rupanya banyak penyair yang tidak bisa bertemu. Mas Triyanto Triwikromo sedang sakit flu berat, sedangkan mas Handry TM dan Gunoto Saparie sedang ada pekerjaan yang sangat urgen berkaitan dengan deadline berkaitan dengan tugasnya di media. Akhirnya saya hanya bia bertemu dengan Timur Sinar Suprabana di Taman Budaya Raden Saleh. Bertemu di sebuah ruangan, kami mengobrol tentang beberapa hal tentang sastra. Juga pertemuan penyair di Solo beberapa waktu lalu, di mana saya tak hadir karena lagi banyak pekerjaan. Continue reading “Bertemu Penyair Semarang”

DONGENG YUNANI: ETOS KEPENULISAN UCU AGUSTIN

Sutejo
Ponorogo Pos

Banyak penulis muda yang menarik untuk ditelusuri pengalaman proses kreatifnya. Beberapa hal menarik itu biasanya berkaitan dengan bagaimana mendapatkan ide, mengolah, dan hal-hal lain yang mendukung penulisan karya mereka. Gagas utama MataBaca, edisi September 2005 (hal. 10-11), meliput salah satu pengalaman kreatif Ucu Agustin. Continue reading “DONGENG YUNANI: ETOS KEPENULISAN UCU AGUSTIN”

Darmanto Jatman: Manusia Sudah Disapih Gusti Allah…

Ganug Nugroho Adi, Darmanto Jatman
suaramerdeka.com

PADA 1990-an penyair Darmanto Jatman menulis sajak yang menggagas Indonesia sebagai sebuah perusahaan, Patriotisme Kromo. Hampir 10 tahun kemudian, sajak itu memperoleh SEA Write Award (Penghargaan Sastra Asia Tenggara).

Seperti sajak-sajaknya yang lain, “demokratisasi bahasa” begitu kental dalam Patriotisme Kromo. Ya, demokratisasi. Barangkali itu sebagai kata ganti untuk menyebut keberanian Darmanto dalam memasukkan keberagaman kata, bahasa, juga nama-nama dari Jawa, Indonesia, Inggris, Cina, dan juga Belanda dalam puisinya. Continue reading “Darmanto Jatman: Manusia Sudah Disapih Gusti Allah…”

Bahasa ยป