Komunitas Seni Medan Terbitkan Kumpulan Cerpen

Andy Riza Hidayat
oase.kompas.com

Penulis cerita pendek (cerpen) Medan yang tergabung dalam Komunitas Seni Medan menerbitkan karya mereka dalam sebuah buku. Buku berjudul Kumpulan Cerpen Medan ini berisi tentang 15 cerpen berlatarbelakang beragam persoalan di Medan.

“Sepanjang yang saya ketahui, belum ada buku kumpulan cerpen yang seluruhnya bertemakan Medan. Inilah yang mendorong kmai menerbitkan buku kumpulan cerpen ini,” tutur Ketua Komunitas Seni Medan (KSM) Teja Purnama, Jumat (4/12) saat peluncuran buku di Taman Budaya Sumatera Utara. Continue reading “Komunitas Seni Medan Terbitkan Kumpulan Cerpen”

Membaca ISI Jogja

Djuli Djatiprambudi*
http://www.jawapos.com/

KETIKA melihat ”Exposigns”, sebuah pameran besar seni visual Indonesia di Jogja Expo Center pada 25-30 November ini, saya benar-benar terpana. Keterpanaan saya itu terkait dengan salah satu kesimpulan dalam penelitian disertasi saya. Salah satu simpulan tersebut berbunyi, ”Perupa-perupa yang dikonstruksikan dalam praktik komodifikasi memperlihatkan modus spesifik, yaitu perupa-perupa yang berlatar belakang pendidikan seni rupa. Modus ini secara nyata menggejala sejak zaman kolonial hingga pascakolonial. Continue reading “Membaca ISI Jogja”

Ke Hutan Hipokrisi Djoeari

Afnan Malay*
http://www.jawapos.com/

Mengusung tajuk Neverwhere, pameran tunggal perupa Djoeari Soebardja yang digelar Galeri Canna di Grand Indonesia, Jakarta, dibuka 31 Oktober dan berakhir 15 November lalu menampilkan karya cat minyak yang kebanyakan berukuran 140 x 190 cm. Seluruhnya menyoal deforestasi hutan. Perupa yang bermukim di Batu itu menjadi saksi rubuhnya hutan-hutan kita. Continue reading “Ke Hutan Hipokrisi Djoeari”

Orang-Orang Rai Gedek

Djoko Pitono *
jawapos.com

RAI gedek (tak tahu malu). Orang Sunda menyebutnya sebagai kandel kulit beungeut. Orang Madura mengatakan tak endik todus, sementara orang Bali akan bilang sing lek. Di sebelah timur Bali, di Pulau Lombok, orang-orang berbahasa Sasak punya istilah codol, kedul, atau ngodol.

Ke arah timur lagi, di Pulau Sumbawa, warga setempat yang berbahasa Bima mempunyai sebutan tiwara waja. Di Kabupaten Flores Timur, warga yang berbahasa Lamaholot punya istilah mian take. Selain itu, di Sulawesi Selatan orang-orang Bugis memiliki ungkapan degaga siri’na. Continue reading “Orang-Orang Rai Gedek”

Yang Silam, Yang Tersembunyi, Yang Menjelang

Wahyudin *
Jawapos.com

YOGYAKARTA Biennale X-2009 bertajuk Jogja Jamming: Art Archives Movement akan dibuka secara resmi oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik pada 11 Desember di gedung Pameran Taman Budaya Jogjakarta.

Di luar dan dalam gedung yang dibangun pada 1996 itu, khalayak bisa menyaksikan puspa ragam karya seni rupa mutakhir milik 32 perupa kiwari Jogjakarta. Continue reading “Yang Silam, Yang Tersembunyi, Yang Menjelang”

Bahasa ยป