Pengabdian Sepanjang Usia Hairuddin Sastra

Achmad Hairuddin
http://www.surabayapost.co.id/

Sampai saat ini, Hairuddin Sastra masih mengelola tabloid lokal bernama Dinamika Madura. Meski tabloid ini berbahasa Indonesia, namun Hairuddin tidak melupakan bahasa daerahnya. Ia pun membuat rubrik khusus berbahasa Madura. Meskipun ada pemasang iklan maupun pelanggan yang mangkir dari kewajiban membayar, Hairuddin berupaya sekuat tenaga untuk tetap menghidupkan tabloidnya. Continue reading “Pengabdian Sepanjang Usia Hairuddin Sastra”

Mencari Rumah Sastra Indonesia Di Bangka Belitung

Rakhmat Giryadi
surabayapost.co.id

Jika ke huma membawa pepah
Pepah bertiti berpagar duri.
Alamnya indah rakyatnya ramah
Inilah Negeri Laskar Pelangi

PANTUN di atas diucapkan Gubernur Bangka Belitung H Eko Maulana Ali pada awal sambutan. Sontak ruang Mahligai Serumpun Sebalai riuh rendah oleh tepuk tangan hadirin, para sastrawan seluruh Indonesia. Continue reading “Mencari Rumah Sastra Indonesia Di Bangka Belitung”

Elizabeth, Bawa Sastra Jawa ke Mancanegara

Mawar Kusuma
http://m.kompas.com/

Ketika tim dari Universitas Gadjah Mada masih berkutat untuk penyelesaian jilid terakhir dari 12 jilid karya sastra Jawa Serat Centhini yang telah digarap sejak tahun 1996, Elizabeth D Inandiak mampu merangkum serta mengkreasikan Serat Centhini menjadi buku dalam tiga tahun.

Maka, tak heran kalau Ketua Tim Penerjemah Serat Centhini dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, Marsono, menyatakan kekagumannya terhadap Elizabeth D Inandiak, penyair asal Perancis ini. Sebab, menerjemahkan atau mengkreasi ulang Serat Centhini bukan pekerjaan mudah. Continue reading “Elizabeth, Bawa Sastra Jawa ke Mancanegara”

La Runduma dalam Kentalnya Warna Lokal

Maman S. Mahayana
nfoanda.com/Republika

Dalam kentalnya warna lokal, cerpen La Runduma karya Wa Ode Wulan Ratna berhasil memenangkan juara pertama Sayembara Menulis Cerpen Creative Writing Institute (CWI) 2005. Cerpen yang mengangkat tradisi unik etnis Buton, khususnya tentang peristiwa upacara posuo ritual dalam tradisi pingitan adat keraton Buton itu sekaligus mewakili dominannya warna lokal pada hampir semua cerpen peserta sayembara tahunan ini, terutama yang terpilih sebagai cerpen terbaik. Cerpen Orang-orang Pos 327 karya Muhammad Nasir Age, yang menempati juara kedua, juga mengangkat persoalan lokalitas konflik Aceh sebagai tema sekaligus latar cerita. Begitu juga cerpen Abu Nipah karya Herman R yang meraih juara ketiga. Continue reading “La Runduma dalam Kentalnya Warna Lokal”

TEMU SASTRAWAN INDONESIA II di Pangkalpinang, Bangka Belitung

Budhi Setyawan
http://budhisetyawan.wordpress.com/

Pada tanggal 30 Juli s.d 2 Agustus 2009 diadakan acara Temu Sastrawan Indonesia II di kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung. Pertemuan tersebut merupakan rangkaian dari pertemuan serupa setahun sebelumnya di Jambi. Tema TSI II adalah Sastra Indonesia Pascakolonial; dengan beberapa subtema: (1) Merumuskan Kembali Sastra Indonesia: Definisi, Sejarah, Identitas; (2) Kritik Sastra Indonesia Pascakolonial; (3) Membaca Teks dan Gerakan Sastra Mutakhir: Mencari Subyek Pascakolonial; (4) Penerjemahan Sastra: Keharusan, Pilihan, atau Sekadar Perkenalan? Continue reading “TEMU SASTRAWAN INDONESIA II di Pangkalpinang, Bangka Belitung”

Bahasa ยป