Komedi Hitam Rasa Melayu

Ibnu Rusydi
http://www.tempointeraktif.com/

Namanya Aruk. Ia bukan Don Kisot. Tapi, karena watak pandirnya, nasibnya selalu sial. Teater Satu Lampung, dengan menggunakan format teater kampung, menyajikan kisah Aruk, yang ditulis oleh sang sutradara, Iswadi Pratama. Pertunjukan ini renyah, lucu, sekaligus getir.

Lakon ini telah dipentaskan Teater Satu Lampung di puluhan desa, sekolah-sekolah, dan instansi pemerintahan di Lampung. Mereka juga menjajal memainkan drama ini di komunitas-komunitas teater, dari Solo sampai Jakarta. Dan kini dicoba di Teater Komunitas Salihara, Jumat dan Sabtu lalu. Panggung di Salihara diubah ke dalam bentuk arena. Continue reading “Komedi Hitam Rasa Melayu”

Puisi Perahu

Mustafa Ismail
tempointeraktif.com

Hujan belum sepenuhnya berhenti ketika puluhan sastrawan satu persatu meninggalkan kafe. Mereka melangkah ke dermaga kecil yang terbuat dari kayu yang menyatu dengan cafe itu. Di sana, sebuah perahu besar dan sejumlah perahu kecil telah menunggu. Para sastrawan lalu meniti anak tangga masuk ke dalam kapal besar.

Tak lama, irama rapa’i mengalun ditabuh oleh sejumlah lelaki berpakaian hitam-hitam bermotif Aceh, ditingkahi suara serune kale — alat musik tiup khas Aceh. Continue reading “Puisi Perahu”

Hamsad Rangkuti, Kereta Api dan Pohon Jati

Dimas
http://www.poskota.co.id/

Hamsad Rangkuti kembali bikin ulah unik. Dia menikahkan putranya dengan mengundang menteri kehutanan RI.
Sebagai penghormatan atas hadirnya Menhut, yang secara pribadi merupakan temannya, dia memberikan mas kawin 500 batang pohon jati unggulan kepada mantunya, yang langsung ditanam.

Mas kawin berupa 500 bibit pohon jati unggulan ini diberikan dalam ijab kabul Girindra Rangkuti dan Sitti Samrotul Fuadah yang disaksikan Menteri Kehutanan, MS Ka?ban, di Kampung Cimayang III RT 12 RW 05, Desa Cimayang, Pamijahan, Leuwiliang, Bogor, Minggu (5/7). Continue reading “Hamsad Rangkuti, Kereta Api dan Pohon Jati”

Setelah Pergi, Baru Sadari Betapa Pentingnya Rendra

Jodhi Yudono
http://oase.kompas.com/

Duka datang berendeng menghampiri kita. Setelah pada Selasa (4/8) lalu penyanyi Mbah Surip pergi, pada Kamis malam (6/8) pukul 20.30 WIB, giliran budayawan dan penyair WS Rendra menyusul menghadap Sang Khalik.

Seperti telah saling janjian, kedua seniman yang telah mendahului kita itu menempati “rumah” abadi yang sama hanya selisih dua hari, yakni di pekarangan rumah WS Rendra di daerah Cipayung, Depok, Jawa Barat. Continue reading “Setelah Pergi, Baru Sadari Betapa Pentingnya Rendra”

Bahasa ยป