Aisyah Abd. Rahman Bint al-Syathi?

Liza Wahyuninto
http://celaledinwahyu.blogspot.com/

Terlahir ke dunia yang fana ini pada tanggal 06 November 1913 di sebuah Desa yang bernama Dumyat. Ayahnya Abd. Rahman adalah seorang sufi dan juga selaku guru teologi di Dumyat. Diberi nama kecil Bint al-Syathi? (anak pantai) dikarenakan sedari kecil ia menghabiskan waktunya di pantai untuk belajar.

Pada saat Sekolah Dasar pertama kali ia belajar bahasa Arab kepada Syekh Mursi. Pendidikannya tergolong lancar, jenjang pendidikannya pun normal sebagaimana tokoh-tokoh kenamaan lainnya. Continue reading “Aisyah Abd. Rahman Bint al-Syathi?”

BELAJAR MENULIS DARI HILMAN HARIWIJAYA

Sutejo
Ponorogo Pos

Kalau ingin menulis, kita memang dapat mengambil hikmah belajar dari siapa saja. Nah, di sinilah maka dituntut naluri pembelajar (seperti pesan bukunya Andreas Harefa) agar tegar dalam menapaki dunia kepenulisan. Salah satu penulis yang dapat digali pengalaman belajar itu adalah Hilman Hariwijaya. (Sekadar tahu: penulis Anjar, yang nama aslinya Anastasia Ganjar Ayu Setiansih mengaku sangat terinspirasi oleh Hilman ini). Continue reading “BELAJAR MENULIS DARI HILMAN HARIWIJAYA”

Dari Benyamin untuk Tuhan

Seno Joko Suyono
http://majalah.tempointeraktif.com/

Lima bocah dari lima pelosok Indonesia berkisah kepada Tuhan tentang hidup. Mengapa penggarapannya masih mirip dengan Anak Seribu Pulau?

Viva Indonesia Sutradara : Ravi L. Bharwani, Aryo Danusiri, Nana Mulyana, Lianto Luseno Produksi : Yayasan SET (Sains Estetika dan Teknologi) LIMA bocah mengirim surat kepada Tuhan, bercerita tentang hidup: Benyamin dari Lamalera, Entong dari Betawi, Rudin dari Loksado, Aseng dari Singkawang, dan Mimi dari Semarang. Episode film ini masing-masing garapan Aryo Danusiri, Ravi L. Bharwani, Lianto Luseno, dan Nana Mulyana. Continue reading “Dari Benyamin untuk Tuhan”

Realitas Kontemporer Indonesia

Catatan dari Festival Film Internasional Singapura Ke-15

Garin Nugroho*
http://www2.kompas.com/

Jagat perfilman Indonesia tengah bertabur berita gembira. Setelah di dalam negeri sejumlah film-mulai dari Jelangkung hingga Ada Apa dengan Cinta? dan Ca Bau Kan-mampu membangkitkan kembali gairah orang untuk berduyun ke bioskop, kabar gembira itu juga datang dari luar negeri.

Pekan lalu aktris Christine Hakim ditunjuk menjadi salah seorang anggota dewan juri Festival Film Cannes ke-56 di Perancis, yang akan berlangsung pertengahan bulan depan. Continue reading “Realitas Kontemporer Indonesia”

Pentingnya Metafor

Catatan pendek penghantar diskusi being community

Bernando J. Sujibto *

“metaphor intrinsically transcendental.”
Frase di atas saya temukan dari buku History and Tropology: The Rise and Fall of Metaphor karya Ankersmit, F. R. Kalimat ini semakin menambah kurang paham saya ketika metafor dibaca dalam perspektif filsafat -seperti teman-teman Being mau- lengkap dengan sejarah, tokoh dan cabang ranah pemikirannya. Sejauh ini, sebagai penulis dan penyuka sastra (puisi), saya memperlakukan metafor sebagai alat untuk membebaskan dan menghadirkan imajinasi dalam puisi-puisi saya. Soal perspektif filsafatnya, biar Being nanti membingkainya dan teman-teman sendiri yang bertanggung jawab mempersoalkannya. Continue reading “Pentingnya Metafor”

Bahasa ยป