Karya Sastra Bermunculan, Tinggal Masalah Kualitas!

Sastra Indonesia 2003

Sihar Ramses Simatupang
http://www.sinarharapan.co.id/

Dunia sastra di masa kini sangat ramai dari berbagai wacana. Tanpa pemusatan sebuah tema besar?cenderung bias dan menyebar?karya sastra pada tahun ini cenderung ditandai kehadiran berbagai bentuk apresiasi sastra, baik berupa teks, pembacaan di komunal, atau apresiasi yang mengarah pada estetika resepsi. Continue reading “Karya Sastra Bermunculan, Tinggal Masalah Kualitas!”

FSJ, Bukan Festival Kangen-kangenan

Bonari Nabonenar*
http://www.jawapos.com/

Suatu hari dalam sebuah surlek (surat elektronik) cerpenis Beni Setia menulis: ”Kenapa tak ada orang Jawa yang merasa terpanggil untuk nguri-nguri bahasa dan sastra Jawa dengan memberi dana dan kepercayaan yang sama pada PS (Majalah Bahasa Jawa Panjebar Semangat) atau JB (Jaya Baya), misalnya? Apa komunitas Jawa yang mayoritas penduduk Indonesia itu tak menghasilkan manusia berbudaya yang tertarik untuk mendinamisasi sastra Jawa dengan hadiah tahunan? Kenapa Bengkel Muda Surabaya bisa masuk jadi pos anggaran APBD Surabaya, mengalahkan DKS (Dewan Kesenian Surabaya) yang formal top-down building, tapi PPSJS (Paguyuban Pengarang Sastra Jawa Surabaya) tidak –padahal institusi ini strategik memberi hadiah tahunan yang mendinamisasi kreativitas sastrawan muda Jawa?” Continue reading “FSJ, Bukan Festival Kangen-kangenan”

Mengalir seperti Siklus Air

Rukardi
suaramerdeka.com

HIDUP bagi Sosiawan Leak adalah berkesenian. Keseriusan dia menjadi seniman terukur dari deret panjang karya dan bejibun aktivitas. Sejak 1987 puisi-puisinya mengisi kolom sastra pelbagai media cetak di Indonesia. Di luar itu, puisi Leak juga menghiasi lebih dari 25 antologi yang diterbitkan berbagai forum dan festival sastra, baik lokal maupun nasional. Dua antologi puisinya bersama Gojek JS dan KRT Sujonopuro diterbitkan khusus oleh Yayasan Satya Mitra Solo, yakni Umpatan(1995) dan Cermin Buram (1996). Continue reading “Mengalir seperti Siklus Air”

Paradigma Sosiologi Sastra hingga ”Jero Ketut”

Dari Diskusi Bedah Buku di Balai Bahasa Denpasar 2003

Nuryana Asmaudi
http://www.balipost.co.id/

BUKU sosiologi sastra di Indonesia bisa dipastikan saat ini masih sangat terbatas. Begitu pula para tokoh yang punya minat dan kemampuan menulis buku tersebut masih sangat sedikit, bahkan boleh dibilang masih langka. Sekadar untuk menyebut diantara orang yang telah menulis atau menghasilkan buku sosiologi sastra di Indonesia itu misalnya Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono, Dr. Umar Junus, dan Dr. Faruk HT, yang karyanya bukunya sudah beredar cukup lama. Kehadiran penulis lainnya jelas masih diperlukan dan sangat ditunggu-tunggu, untuk menambah jumlah dan memperkaya khazanah literatur kajian sastra Indonesia yang selama ini masih “miskin” dan terbekalang dalam dunia kesusastraan. Continue reading “Paradigma Sosiologi Sastra hingga ”Jero Ketut””

SELAMAT JALAN, MANG!

Maman S. Mahayana

Suatu siang di sebuah gudang di kampus Fakultas Sastra Universitas Indonesia (FSUI) Rawamangun. Seseorang telentang di antara serakan dan tumpukan buku. Asyik-masyuk. Tak peduli pada hiruk-pikuk mahasiswa, karyawan, dan sejumlah dosen. Orang itu bagai tenggelam dalam buku yang sedang dibacanya. Buku ukuran kecil yang digenggamnya itu kemudian dilemparkan begitu saja. Segera, tangannya meraih buku jilid berikutnya; sebuah serial silat SH Mintarja, Api di Bukit Menorah. Ia tenggelam lagi. Pastilah serial silat Khoo Ping Ho yang bertumpuk dalam ikatan karet gelang, masih sabar menunggu giliran. Tak ada yang berani mengganggu. Continue reading “SELAMAT JALAN, MANG!”

Bahasa ยป