
Susianna Continue reading “In Memoriam: Chairil Anwar di Mata Evawani, Maman, dan Taufiq”
Memberi Makna pada Yang Fana
Agus Noor *
jawapos.co.id
Sepertinya, ada yang hilang dalam Euro 2008. Drama! Saya sangat setuju dengan pendapat Robert Coover bahwa ada sifat teater dalam permainan bola. Lapangan adalah panggung dan pertandingan adalah alur dramatik berdurasi 2 x 45 menit plus injury time. Setiap pertandingan menjadi menarik karena menampilkan drama dan suspense berbeda. Sifat teater itulah yang membuat sebuah pertandingan semakin menarik bila memenuhi aspek dramatik di dalamnya. Itulah, yang sampai saat tulisan ini saya buat, terasa hilang di panggung Piala Eropa kali ini. Continue reading “Memberi Makna pada Yang Fana”
Main-Main, tapi kok Serius
Arif Zulkifli
http://majalah.tempointeraktif.com/
Renny merayakan ulang tahunnya dengan mementaskan Tumirah Sang Mucikari. Sebuah naskah kritik sosial dalam teater yang digarap dengan kurang bermain-main.
Tumirah Sang Mucikari
Sutradara : Renny Djajoesman
Skenario : Seno Gumira Ajidarma
Penata Musik: Fariz R.M.
Pemain : Renny Djajoesman, Budi Setiono, Ria Probo, Andi Bersama
Produksi : Teater Yuka Continue reading “Main-Main, tapi kok Serius”
Kuburan Tak Seram Lagi bagi Landung
Saroni Asikin
http://www.suaramerdeka.com/
SEORANG lelaki yang menjalani laku pesugihan suatu malam harus menyempurnakan ritusnya dengan menggigit telinga mayat yang mati pada Selasa Kliwon (Anggara Kasih). Tapi apa lacur, segalanya hampir saja purna dilakukan andai saja tak ada anjing-anjing yang menyerbu ke arah dirinya dan mayat yang telah berhasil dibongkar dari liang lahat. Continue reading “Kuburan Tak Seram Lagi bagi Landung”
M. Irfan Hidayatullah, Identitas Lokal dan Hegemoni Pemikiran Barat
M. Irfan Hidayatullah, Agus Rakasiwi, Wawancara
http://pr.qiandra.net.id/
Kampus-kampus di Jawa Barat harus mulai memunculkan wacana lokalitas demi mengimbangi arus besar pemikiran barat. Tentu ini bukan sekadar keinginan menampilkan primordialisme. Juga lebih dari sekadar mewacanakan sebuah identitas. Mewacanakan tentang lokalitas bisa berarti menggali kembali khazanah pemikiran yang menjadi fondasi keberadaan sebuah entitas sosial. Continue reading “M. Irfan Hidayatullah, Identitas Lokal dan Hegemoni Pemikiran Barat”
