Sebuah Panggung Bernama Khatulistiwa

Ign. Haryanto, Arief Kuswardono, Wahyu Dhyatmika
http://majalah.tempointeraktif.com/

SUATU Minggu sore di Plaza Senayan. Sebuah panggung terbuka dengan latar belakang pekat. Sebuah layar televisi megah. Sementara itu, dua buah kamera menyorot orang lalu-lalang serta sejumlah orang berjas berbincang-bincang di tengah arena atrium itu. Para pengunjung yang kebetulan lewat menyempatkan diri menengok ke arena keramaian tersebut, sebelum kembali melenggang menyusuri deretan pertokoan mewah itu. Continue reading “Sebuah Panggung Bernama Khatulistiwa”

Suara Hening Aktivis Buku di Karnaval Politik yang Riuh

Muhidin M Dahlan *
jawapos.com

PARA analis menyebut, demokrasi kita masih mengidap cacat ketika cara dan tujuan berselimpang akibat warisan kebudayaan dan kekuasaan otokratik yang ditanam kuat dalam rentang waktu yang panjang.

Tapi saya lebih bersepakat dengan Kishore Mahbubani, dekan Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore, yang mengatakan demokrasi Indonesia adalah keajaiban; lebih mengesankan dibandingkan Amerika Serikat. Continue reading “Suara Hening Aktivis Buku di Karnaval Politik yang Riuh”

Berlinale 2009: Merayakan Keberagaman

Ucu Agustin*
http://www.jawapos.com/

SALJU makin tebal menaburi jalanan di sekitar Marlene-Dietrich-Flatz 1 ketika sedan-sedan hitam mengkilat bermerek Volvo memasuki area yang letaknya tak jauh dari Arkaden, pusat perbelanjaan terbesar di Posdamer Platz, Berlin, Jerman. Teriakan para jurnalis foto dan kameraman televisi bercampur dengan teriakan para fans, menghambur di udara dingin Berlin saat ketua juri internasional Berlinale 2009, Tilda Swinton, turun dari mobil dan langsung menyetel senyum di wajah mungilnya yang cantik. Continue reading “Berlinale 2009: Merayakan Keberagaman”

Bahasa ยป