Gus tf Sakai; Dari Payakumbuh Melintas Batas Dunia

Hendra Makmur
http://mediaindonesia.com/

Jika menyadari hidup dalam kampung global, tidak ada relevansinya jika kita mempertentangkan hidup di kota atau di pelosok desa. Lihat saja, dari Payakumbuh, sebuah kota kecil sekitar 150 kilometer di timur laut Kota Padang, Gus tf Sakai mampu menembus sekat-sekat Indonesia bahkan antar negara, melalui sastra. Karyanya berupa novel, cerpen dan puisi menjangkau atmosfer yang luas, bukan sekedar budaya habitatnya, Minangkabau. Continue reading “Gus tf Sakai; Dari Payakumbuh Melintas Batas Dunia”

Catatan JilFest 2008; Sastra dan Penghargaan Nobel

Sihar Ramses Simatupang
sinarharapan.co.id

Karya Pram, dalam kenyataan, adalah satu-satunya karya yang paling dikenal di luar negeri. Namun, sastrawan Putu Wijaya menyebutkan banyak faktor yang memengaruhi populernya sebuah karya. Pelarangan karya-karya Pramoedya Ananta Toer (Pram), tak bisa dielakkan, dapat juga menjadi promosi yang hebat sekali atas karyanya. “Minat membaca terhadap yang dilarang justru semakin besar ketimbang ketika karya itu tak dilarang,” ujar Putu sambil mengatakan bahwa dia justru bangga terhadap karya mendiang, sekaligus mengakui kualitasnya. Continue reading “Catatan JilFest 2008; Sastra dan Penghargaan Nobel”

MUSEUM RUMAH KELAHIRAN BUYA HAMKA

Wisata Religi yang Banyak Dikunjungi Wisatawan

Habib

Homepage

SIAPA yang pernah menyinggahi Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tentu tak pernah melupakan panorama indah Danau Maninjau yang berair biru. Pemandangan itu dapat disaksikan dari jalan Kelok Ampek Puluah Ampek. Bak lukisan, keindahan alam ciptaan Tuhan itu memberi banyak inspirasi bagi orang-orang yang pernah lahir dan besar di negeri itu. Continue reading “MUSEUM RUMAH KELAHIRAN BUYA HAMKA”

Pengarang Buya Hamka, Terus Bekerja Sampai Pensiun di Surga

Ngarto Februana
http://www.ruangbaca.com/

Berpendidikan formal hanya sampai kelas dua sekolah dasar, semasa hidupnya Prof. Dr. Hamka telah menulis 113 buku.

Hadiah itu ia terima pada ulang tahun ke-70, dalam sebuah acara kenduri di Aula Masjid Agung Al Azhar, 18 Februari 1978. Haji Abdul Malik Karim Amrullah, yang dikenal dengan Hamka, menerima bingkisan ulang tahun berupa buku Kenang kenangan 70 Tahun Buya Hamka. Continue reading “Pengarang Buya Hamka, Terus Bekerja Sampai Pensiun di Surga”

MENGUAK JENDELA KEPENULISAN DJENAR MAESA AYU

Sutejo
Ponorogo Pos

Djenar Maesa Ayu, adalah sastrawan perempuan mutakhir yang tidak pernah ambil pusing dengan berbagai sebutan. Sebutan yang mengganggu sebagian perempuan itu adalah sastrawangi. Dalam Prosa4, 2004) terungkap bagaimana sisip-sisi proses kreatifnya yang menarik untuk dikritisi sebagai cermin ajar. Beberapa karyanya telah dimuat di beberapa surat kabar dan majalah seperti: Kompas, Media Indonesia, Republika, Lampung Post, Horison, dan Majalah A+. Continue reading “MENGUAK JENDELA KEPENULISAN DJENAR MAESA AYU”

Bahasa ยป