Mereka Bilang Saya Monyet

Sunaryono Basuki Ks
http://www.suarakarya-online.com/

Pada dekade ini setidaknya ada tiga buah buku sastra memakai judul primata yang mirip kita itu. Maklumlah masih satu keluarga hominoid. Buku-buku itu adalah “Mereka Bilang, Saya Monyet” karya pengarang Djenar Maesa Ayu, yang mengalami cetak ulang berkali-kali, “Kera di Kepala” karya sastrawan eksil yang gaek, Soeprijadi Tomodihardjo, serta “Sepasang Kera yang Berjalan dari Pura ke Pura” karya saya. Continue reading “Mereka Bilang Saya Monyet”

Seni dan UU Pornografi

Beni Setia
suarakarya-online.com

LIRIK lagu Julia Perez, “Belah Duren”, mensugestikan dunia kamar saat bulan madu pengantin baru, tapi yang dilakukan sepasang muhrim di ruang tertutup itu ada di area abu-abu. Antara mereka membelah duren dan memakannya, dan membesarkan retak duren lain yang tidak pernah matang dan membusuk. Dengan tehnik bernyanyi sugestif yang sadar, gesture tubuh saat menyanyi dan kondisioning musiknya kita bisa menangkap duren mana yang dimaksud lagu itu. Lirik tidak lagi netral. Continue reading “Seni dan UU Pornografi”

Pancasila bukan Pencak Silat

Aridus
balipost.co.id

DI Jakarta, 1 Juni , 62 tahun silam, Ir. Soekarno menyampaikan uraiannya tentang Dasar Negara di depan anggota Dokuritsu Junbi Choosakai (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia/BPUPKI). Kala itu, Fat Boy dan Little Boy — julukan dua bom atom Amerika Serikat (AS) — belum memporakporandakan dua kota industri Jepang, Nagasaki dan Hiroshima. Sedangkan bala tentara Dai Nippon yang terkenal kejamnya, masih menduduki sebagian besar wilayah Indonesia. Continue reading “Pancasila bukan Pencak Silat”

Gus tf Sakai: “Apa yang Saya Tulis Mungkin Saja Omong Kosong”

Wawancara / Gus tf Sakai
http://www.ruangbaca.com/

Tersesat dalam labirin sastra kontemporer Indonesia yang terkotak-kotak, menolehlah sejenak pada Gus tf Sakai. Nun di Payakumbuh, Sumatra Barat sana, penulis prosa dan puisi ini berteguh pada sikapnya; hidup dalam sastra yang melintasi batas apa pun. Agama, ras, suku, bahkan antara yang nyata dan tidak. Continue reading “Gus tf Sakai: “Apa yang Saya Tulis Mungkin Saja Omong Kosong””

Gus tf Sakai, Sastrawan Generasi Baru Pasca-AA Navis

Sri Rahayu Ningsih
http://www.sinarharapan.co.id/

PADANG ? Luar biasa. Mungkin itu satu-satunya kata yang pantas ditujukan pada pekerja seni yang satu ini. Setelah 39 kali menerima berbagai hadiah dan penghargaan untuk karya-karya sastranya. Kali ke-40, sastrawan muda ini dipastikan akan menerima South East Asean (SEA) Write Award (Penghargaan Sastra Asia Tenggara). Penghargaan paling bergengsi bagi sastrawan di Asia Tenggara. Continue reading “Gus tf Sakai, Sastrawan Generasi Baru Pasca-AA Navis”

Bahasa ยป