tuhan Yang Membunuhku!

M.D. Atmaja

Sekejap dalam pandangan, menyadari diri berada di tepian punggung tebing. Pandanganku jauh, menembus cakrawala. Pengharapan dan mimpiku tersangkut di sana. Mengambang dan ketika aku mendekati, justru seolah menjauh. Jauh lagi, seperti aku tidak bergerak ke mana pun. Jarak terentang dari kaki berpijak dan langit gantungan mimpi. Continue reading “tuhan Yang Membunuhku!”

Ka-De-eR-Te

Nadjib Kartapati Z
http://www.suarakarya-online.com/

Baru saja pulang dari mengajar, di teras sudah ada dua polisi menunggu. Setelah mengucapkan selamat siang, polisi itu menunjukkan surat perintah.

Yang berwajib akan menyidikku dalam kasus KDRT, dan akulah tersangkanya. Sadarlah aku, posisiku terpojok di depan hukum. Istriku untuk kesekian kali membuatku kehilangan muka. Continue reading “Ka-De-eR-Te”

Tia Sudah Tidur

Aba Mardjani
suarakarya-online.com/22 Jan 2011

SADELI tergelagap dijagakan getar ponsel di saku celana dinasnya. Melirik jam dinding di pos jaga, Sadeli, dengan pepat matanya, melihat waktu menunjukkan pukul 01.30. “Siapa yang mengirimkan SMS?” ia membatin sembari merogoh saku untuk mengambil ponselnya. Sangat jarang dia menerima SMS di dini hari seperti ini. Continue reading “Tia Sudah Tidur”

Bohong

Linda Sarmili
suarakarya-online.com/29 Jan 2011

Bohong. Tak terasa sudah sebulan saya merasakan nikmatnya berpuasa sunah Senin-Kamis. Soalnya, tiba-tiba saja saya merasakan semua orang menjadi baik kepada saya. Itu saya rasakan ketika saya melunasi kredit saya di sebuah bank. Pejabat kepala bagian kredit bank itu mengatakan kredit saya telah lunas. Tetapi saya ngotot bertahan bahwa sisa kredit saya masih Rp 50 juta lagi. Jadi belum lunas. Itulah yang ingin saya lunasi. Continue reading “Bohong”

Suami Cemen

Rohyati Sofyan
suarakarya-online.com/2 April 2011

Hidup bagi Tama seolah jungkir balik, istri sakit, mertua nyelekit. Ia sendiri berada di titik ingin meledak. Kesabarannya seolah terkikis sedikit demi sedikit, menyisakan kekecewaan dan amarah mendalam. Tidak mengapa istri sakit sesudah melahirkan Palung anak pertama mereka. Kana masih lemah dan labil secara fisik dan psikis. Operasi caesar menguji bahtera rumah tangga mereka. Secara finansial mereka berantakan, Tama tak bisa kembali kerja sebagai buruh bangunan di Tangerang lagi seperti rencana semula. Ia harus merawat Kana sang istri, juga Palung. Continue reading “Suami Cemen”

Bahasa ยป