Kado Buat Narau

M Arman AZ
http://www.suarakarya-online.com/

Bibir Cana bagai dua iris apel segar yang mengundang selera. Dia baru selesai memulasnya dengan lipgloss. Narau gemas, tak sabar ingin mencicipi. Dan kini jarak bibir mereka tak lebih dari lima senti. Nafas Narau tertahan di kerongkongan. Jakunnya berdenyut. Sesuatu dalam celananya menggeliat. Continue reading “Kado Buat Narau”

Pengintai

Dadang Ari Murtono
http://suaramerdeka.com/

“PARA pencemburu itu bisa sewaktu-waktu mengubah setiap orang menjadi pemburu yang tak akan berhenti memburu. Tak akan berhenti. Tak akan berhenti hingga berhasil menancapkan anak panah atau mata tombak ke urat-urat lehermu. Ke urat lehermu. Seperti yang mereka lakukan pada ayahmu. Continue reading “Pengintai”

Hujan Telah Selesai

Alex R. Nainggolan
http://www.suarakarya-online.com/

Sore itu, ruang pengantin telah lengang. Ranjang perlahan-lahan mendingin. Pacu birahi padam. Lelaki yang dipanggil “Mas” itu menatap Dhesi, istrinya. Hujan di luar masih turun. Hening. Waktu berbenturan di setiap sudut ruangan. Selebihnya diam. Mereka berdua kembali mengenang percintaan yang baru saja selesai. Sisa dingin dari hujan seperti berjingkat kecil, pelan-pelan, seperti langkah yang berjinjit. Hanya suara angin yang berdesir, mengatup semua bulir. Continue reading “Hujan Telah Selesai”

Menunggu Rembulan Datang

Slamet Rahardjo Rais
Suara Karya, 10 Nov 2007

Titan turun dari sebuah kendaraan umum bersama seorang anak lelaki kecil dan mungil.Nampaknya anak ini bandel.Tangan kiri dan tangan kanan Titan nampak cukup berat dibebani oleh barang-barang yang dijinjingnya penuh kesulitan. Sehingga nampak kerepotan ketika hendak menyeberangi jalanraya yang ramai kendaraan Beserta anak bandelnya itu ia bermaksud hendak menyeberangi jalanraya yang ramai lalulintas kendaraan. Untuk menyeberangi jalan raya menuju ke arah seberang anak yang bandel itu nampaknya ingin lepas menyeberang sendiri. Continue reading “Menunggu Rembulan Datang”

Pohon Keramat

Denny Mizhar

Malam purnama di tahun baru Jawa. Semua penduduk desa Antabrantah timur berbondong-bondong menuju pohon besar yang terletak di dekat sungai. Tepatnya pohon tersebut terletak di perbatasan desa Antrabrantah timur dan Antrabantrah barat. Meskipun sama nama desa tersebut, para penduduknya memiliki pandangan hidup yang berbeda. Desa Antrabarantah timur masih cenderung percaya, desanya ada yang mbaurekso, tinggalnya di pohon besar yang sekarang akan dipuja juga diberi sesajen. Continue reading “Pohon Keramat”

Bahasa »