Disudut Kamar

Elnisya Mahendra
http://sastra-bojonegoro.blogspot.com/

Kusibak tirai jendela kamarku, summer membuat pagi ini begitu cerah. Jam 5 pagi sudah padang njingglang istilah jawa-nya, atau bisa diartikan sudah terang benderang. Setelah gosok gigi lalu sholat subuh, pekerjaan rutin telah menunggu untuk kusentuh. Kuawali dengan membersihkan toilet, sebelum nyonya Cheung bangun. Memang toilet harus bersih dan wangi, itu aturan kerjaku sejak pertama kali kuinjakkan kakiku 3 tahun yang lalu di rumah berukuran 75O meter persegi milik nyonya Freda Cheung bersama suaminya Herman Lee. Continue reading “Disudut Kamar”

Seperti Natnitnole

Benny Arnas
suaramerdeka.com

PESAWAT itu tinggal landas. Menyusur langit yang membentang biru keputihan. Ah, adakah yang peduli dengan apa yang mengeriap dalam diriku? Memang, hidup ini bukan tentang peduli-memeduli. Bukan juga tentang rasa yang makin dibunuh makin menyuluh. Aku tak akan menyeret Yusuf dalam khidmatnya perasaan ini karena laki-laki itu memang tak tampan. Muhammad? O, aku tak mau kualat membawa-bawa suami Khadijah itu; ia hanya lelaki -yang sangat- biasa. Continue reading “Seperti Natnitnole”

Menunggu Kawan

Imam Wahyudi
http://www.lampungpost.com/

AKU sedang menunggu kawan, sementara itu hujan turun dengan lebatnya. Air bagai dimuntahkan dari langit. Jatuh ke bumi, menerpa atap-atap seng dan benda-benda lainnya, menimbulkan suara gemeretak yang memekakan telinga. Sesekali angin berkesiut kencang, menerbangkan sampah-sampah ringan dan ranting-ranting kering. Banyak pula pepohonan, papan reklame, dan tiang-tiang kecil berjatuhan, tersapu gemulai sang angin. Continue reading “Menunggu Kawan”

Robohnya Surau Kami, Cerpen Favorit Saya

Limantina Sihaloho *
http://sosbud.kompasiana.com/

Saya membaca Robohnya Surau Kami sekitar 6 tahun yang lalu di Perpustakaan Joseph Regenstein, Chicago. Senang betul menemukan buku-buku dalam bahasa Indonesia di sana; konon ini perpustakaan paling besar di Chicago.

Sastra memikat jiwa banyak manusia, termasuk saya ini; salah satu tempat belajar untuk menilai: ?manusia macam apakah awak ini?? Continue reading “Robohnya Surau Kami, Cerpen Favorit Saya”

Aku Akan Pulang

Nurdiyana Munir
http://www.suarakarya-online.com/

Langit masih berwarna jingga ketika aku duduk di sebuah bangku taman. Beragam pepohonan yang ada malah menimbulkan suara berisik ketika ditiup angin senja. Berisik, bukan saja karena ramainya suara gesekan daun yang diterpa angin, tetapi juga deru kendaraan bermotor yang lalu lang memasuki pintu taman.

Hm, ya, ada juga suara cekikikan dan celotehan anak-anak muda yang bergerombol berebutan tempat duduk yang masih kosong. Continue reading “Aku Akan Pulang”

Bahasa ยป